Scroll ke Bawah Membaca Artikel
DaerahEkonomiNasionalNewsRagam

Len Perkuat Konsolidasi DEFEND ID melalui Leadership Program untuk Dorong Kemandirian Industri Pertahanan

682
×

Len Perkuat Konsolidasi DEFEND ID melalui Leadership Program untuk Dorong Kemandirian Industri Pertahanan

Sebarkan artikel ini
DEFEND ID, Holding BUMN Industri Pertahanan menegaskan langkah strategisnya dalam memperkuat kemandirian Industri Pertahanan Nasional melalui penguatan kepemimpinan dan kolaborasi lintas sektor, melalui Rapat Kerja dan Leadership Development Program yang digelar di Pusat Misi Pemeliharaan Perdamaian (PMPP) Sentul, Bogor pada 22-24 April 2026.

KORANPUBLIKA.CO.ID|Bogor,- PT Len Industri (Persero)  bersama seluruh entitas DEFEND ID menegaskan langkah konsolidasi strategis untuk mempercepat kemandirian industri pertahanan nasional melalui penguatan kepemimpinan dan integrasi ekosistem industri strategis, Jumat(24/4/2026).

Langkah tersebut diwujudkan melalui penyelenggaraan Rapat Kerja dan Leadership Development Program DEFEND ID 2026 di Pusat Misi Pemeliharaan Perdamaian (PMPP) TNI, Sentul, Bogor, pada 22–24 April 2026. Bagi Len, agenda ini bukan sekadar forum konsolidasi, tetapi bagian dari upaya strategis untuk memastikan kesiapan industri pertahanan nasional dalam menghadapi dinamika geopolitik global sekaligus memperkuat kontribusi terhadap ekonomi nasional.

Scroll ke Bawah Terus Membaca Artikel
Example 300x600
Advertorial

Direktur Utama Len, Prof. Joga Dharma Setiawan, Ph.D., menegaskan bahwa transformasi industri pertahanan sangat ditentukan oleh kualitas kepemimpinan di setiap lini organisasi. “Industri pertahanan tidak hanya berbicara soal teknologi, tetapi tentang kesiapan manusia yang memimpin di dalamnya. Kepemimpinan yang adaptif, berintegritas, dan mampu mengambil keputusan strategis menjadi kunci dalam memastikan industri ini tumbuh mandiri dan berdaya saing global,” ujarnya.

Sebagai holding integrator dalam DEFEND ID, Len memandang penguatan kepemimpinan sebagai fondasi utama untuk mempercepat penguasaan teknologi strategis dan mengurangi ketergantungan terhadap pihak luar. Dukungan pemerintah terhadap arah tersebut turut ditegaskan oleh Menteri Pertahanan RI, Sjafrie Sjamsoeddin, yang menilai industri pertahanan sebagai kekuatan strategis nasional.

“Industri pertahanan tidak boleh berjalan sendiri-sendiri. Ini adalah kekuatan strategis nasional yang harus dipimpin secara terintegrasi dan diarahkan untuk menjaga kedaulatan sekaligus menjadi penggerak ekonomi. Tanpa itu, kita akan terus bergantung pada pihak lain,” tegasnya.

Menhan juga menempatkan DEFEND ID sebagai titik awal sekaligus garda terdepan dalam mendorong kemandirian industri pertahanan nasional. “DEFEND ID harus menjadi starting point dalam membangun kemandirian. Hari ini kita melihat perubahan dari yang sebelumnya berada di bawah, kini mulai berdiri di atas. Ini adalah sinyal kemajuan yang harus dijaga,” lanjutnya.

Sejalan dengan itu, Len memandang momentum ini sebagai fase penting untuk memperkuat sinergi lintas sektor antara industri, pemerintah, dan TNI dalam membangun ekosistem pertahanan yang terintegrasi dan responsif terhadap perubahan global. Selain sebagai forum penyelarasan strategi, kegiatan ini juga menjadi ruang pembentukan kepemimpinan masa depan melalui penguatan kapasitas pengambilan keputusan, integritas, serta kemampuan membaca dinamika geopolitik yang terus berkembang.

Melalui langkah ini, Len menegaskan komitmennya untuk tidak hanya memperkuat peran sebagai integrator industri pertahanan nasional, tetapi juga sebagai bagian dari penggerak ekonomi berbasis teknologi tinggi yang berkontribusi pada kedaulatan dan masa depan Indonesia.

Daerah

KORANPUBLIKA.CO.ID|Jakarta,– Di tengah pesatnya perkembangan teknologi pertahanan global, ketergantungan pada sistem pertahanan asing berpotensi menimbulkan risiko terhadap kedaulatan nasional. Menjawab…

example 325×300