Scroll ke Bawah Membaca Artikel
DaerahEkonomiGaya HidupNasionalNewsOtomotifRagam

KCIC Lakukan Simulasi Kebakaran hingga Penyelamatan Whoosh untuk Perkuat Kesiapsiagaan Tanggap Darurat

746
×

KCIC Lakukan Simulasi Kebakaran hingga Penyelamatan Whoosh untuk Perkuat Kesiapsiagaan Tanggap Darurat

Sebarkan artikel ini
KCIC menggelar Simulasi Tanggap Darurat Terpadu di Stasiun Tegalluar Summarecon pada Kamis malam, 13 Agustus 2026.

KORANPUBLIKA.CO.ID|Bandung,- KCIC menggelar Simulasi Tanggap Darurat Terpadu di Stasiun Tegalluar Summarecon pada Kamis malam, 13 Agustus 2026. Kegiatan ini dilakukan sebagai bagian dari upaya KCIC memperkuat kesiapsiagaan dalam menghadapi berbagai kondisi darurat pada operasional Kereta Cepat Whoosh, Jumat(14/8/2026).

General Manager Corporate Secretary KCIC Eva Chairunisa mengatakan, evaluasi dan simulasi tanggap darurat dilakukan secara rutin untuk memastikan sistem penanganan darurat, kesiapan personel, serta pemahaman dan penerapan SOP dapat berjalan secara efektif.

Scroll ke Bawah Terus Membaca Artikel
Example 300x600
Advertorial

“Melalui simulasi ini kami dapat mengukur efektivitas penanganan kondisi darurat, pemahaman terhadap SOP, serta kesigapan petugas. Seluruh tahapan dilakukan secara real time sehingga dapat langsung diketahui waktu yang diperlukan dalam setiap proses penanganan dan menjadi bahan evaluasi bagi kami. Dalam layanan kereta cepat, tidak ada toleransi terhadap aspek keselamatan,” ujar Eva.

Simulasi melibatkan berbagai fungsi internal KCIC serta sejumlah pihak eksternal, di antaranya Kementerian Perhubungan, BASARNAS, Dinas Pemadam Kebakaran, rumah sakit, TNI/Polri, serta berbagai unsur kewilayahan. Keterlibatan berbagai pihak tersebut sekaligus digunakan untuk menguji efektivitas komunikasi dan koordinasi terpadu dalam menghadapi konfirmasikan darurat.

Skenario dimulai dengan simulasi munculnya asap dan titik api di Kereta 5 Whoosh yang berada di stasiun. Kru melakukan penanganan awal, mengisolasi area terdampak, mengevakuasi penumpang menuju titik aman, serta melakukan penanganan terhadap penumpang yang membutuhkan bantuan medis. Penanganan kemudian dilanjutkan dengan pengamanan sistem kelistrikan dan proses pemadaman bersama tim tanggap darurat hingga kondisi dinyatakan aman.

Setelah kondisi kebakaran ditangani, rangkaian Whoosh disimulasikan tidak dapat melanjutkan perjalanan sehingga dilakukan proses rescue menggunakan lokomotif penolong menuju Depo Tegalluar. Tahapan tersebut sekaligus menguji kesiapan teknis mulai dari proses penyambungan rangkaian, pengujian sistem pengereman, hingga penarikan EMU menuju depo sesuai dengan prosedur keselamatan yang telah ditetapkan.

Eva mengatakan, hasil simulasi akan menjadi bahan evaluasi untuk mengukur efektivitas SOP, waktu penanganan, kesiapan personel dan peralatan, serta koordinasi internal maupun eksternal.

“KCIC selalu menekankan bahwa keselamatan selalu menjadi prioritas dan harus diterapkan dalam setiap proses operasional maupun pelayanan Whoosh,” tutup Eva.

example 325×300