KORANPUBLIKA.CO.ID|Bandung,- Memasuki tahun ke-11, The Papandayan Jazz Festival (TPJF) kembali hadir dengan merangkul musisi lintas genre dan generasi. Mengusung tema Sound to the Soul, festival yang digagas The Papandayan Hotel Bandung ini ingin menjadikan musik jazz sebagai wadah kolaborasi dan koneksi antarpenikmat musik.
General Manager The Papandayan Hotel sekaligus Founder TP Jazz Management, Bobby Renaldy, menyampaikan bahwa TPJF konsisten menjadi ruang bertumbuhnya ekosistem budaya yang berkelanjutan.
“Berangkat dari niat kurator untuk memiliki wadah yang mendukung budaya berkelanjutan. Salah satunya dengan mengusung jazz universe, yaitu kolaborasi antara musik jazz dan non-jazz,” ujar Bobby saat konferensi pers di Mirten Lounge, The Papandayan Hotel, Kamis (3/9/2026).
TPJF 2026 melibatkan sekitar 100 penampil dengan musisi senior Dwiki Dharmawan sebagai Music Director. Penyelenggaraan tahun ini menyiapkan enam panggung tematik selama tiga hari pertunjukan.
Event Director TP Jazz Management, Tyagita R. Hermawan, menjelaskan bahwa porsi program kreatif tahun ini dikemas lebih segar tanpa menghilangkan karakter utama festival.
“Sebanyak 68 persen merupakan program kreatif, dengan jazz tetap menjadi rumahnya. Selain itu, 60 persen penampilan berbentuk special project dan kolaborasi lintas genre,” kata Tyagita.
Sebagai pembuka sebelum acara puncak pada 3–4 Oktober 2026, TPJF menggelar konser pemanasan bertajuk TP Jazz Universe: Greatest Movie Soundtrack di Mason Grand Ballroom, Kota Baru Parahyangan, Jumat (4/9/2026).















