Scroll ke Bawah Membaca Artikel
DaerahEkonomiNasionalNewsRagam

350 Ribu Madrasah Diniyah Tasik Akan Dibenahi, Forum Madin Kota dan Kab Resmi Dilantik

628
×

350 Ribu Madrasah Diniyah Tasik Akan Dibenahi, Forum Madin Kota dan Kab Resmi Dilantik

Sebarkan artikel ini
Forum Madrasah Diniyah Hamida Kota dan Kabupaten Tasikmalaya resmi dilantik, Sabtu(5/9/2026). (Foto:Krist)

KORANPUBLIKA.CO.ID|Tasikmalaya,– Garda pendidikan agama di Tasikmalaya dapat penguatan baru. Forum Madrasah Diniyah Hamida Kota dan Kabupaten Tasikmalaya resmi dilantik, Sabtu(5/9/2026).

Misi utamanya berat yakni harus membentengi dan membenahi 350 ribu madrasah diniyah yang tersebar di seluruh wilayah Tasik.

Scroll ke Bawah Terus Membaca Artikel
Example 300x600
Advertorial

Pelantikan berlangsung khidmat dan dihadiri tokoh pendidikan, ulama, serta jajaran pemerintah.

Ketua Forum Madin Kabupaten Tasikmalaya Zainy Hidayat Hamdani langsung membeberkan program prioritas setelah dilantik.

“Insya Allah program prioritas kami adalah penertiban administrasi dalam urusan per madrasah Diniyah. Seperti perpanjangan izin operasional, peng-update-an data dan lain sebagainya,” kata Zainy.

Menurutnya, data saat ini sudah besar. “Untuk Tasikmalaya Kabupaten baru 350.000 lembaga bergabung. Nomor gabung terus,” ujarnya.

Selain urusan data, agenda rutin tahunan seperti pelatihan guru dan pembinaan tetap jalan.

Soal dukungan pemerintah, Zainy mengaku bersyukur. “Alhamdulillah kami rasakan sangat-sangat mendukung. Sehingga kami leluasa tidak merasa sungkan untuk sosialisasi terutama kepada rekan-rekan,” jelasnya.

Ia juga menyebut LPQ dan lembaga lain banyak yang ingin bergabung. Untuk bantuan pemerintah, “Hanya satu tahun dan nominalnya kalau pilih asma tidak terlalu seberapa. Tapi cukup jadi penilaian kami bahwa pemerintah daerah itu betul-betul punya perhatian,”pungkasnya.

Sementara, Ketua Forum Madin Kota Tasikmalaya Teten Muslim Anwari, S.Pd menyebut program awalnya adalah membangun pondasi.

“Karena ini baru maka program awal kami sesuai dengan arah. Yang saya garis bawahi tergantung soliditas Hamida itu sendiri. Karena Forum Madin ini adalah di bawah Hamida,” kata Teten.

Langkah strategis koordinasi dengan alumni-alumni Miftahul Huda yang ada di Kota Tasikmalaya untuk menyatukan visi dan misi.

Untuk dukungan pemerintah, Teten menyebut baru lisan. “Alhamdulillah dia itu mendukung secara lisan. Nanti akan kita tindak lanjut walaupun pelan tapi pasti,” ujarnya.

Saat ini kepengurusan kota baru 20 orang dan sudah mewakili kecamatan. “Ini baru harapannya pelan tapi pasti. Karena Miftahul Huda ini pesantren yang besar. Tentu kalau mobilitas dan komunitas mereka terhadap pesantren insyaallah,” tambahnya.

Ketua Wilayah Forum Madin Tasikmalaya Yusron Rosyidi menjelaskan posisi Forum Madin di struktur Hamida.

“Di DPP Hamida ada departemen Pendidikan. Mitranya itu adalah Forum Madin. Di Jawa Barat hampir mencapai tahap finishing. Hanya beberapa kabupaten/kota yang belum dikukuhkan,”kata Yusron.

Forum Madin diberi kewenangan menentukan kebijakan terkait madrasah diniyah, tapi tetap di bawah pantauan DPW.

Untuk dukungan pemerintah, bukan hanya uang. “Bantuan-bantuan permohonan izin pun alhamdulillah sangat membantu. Sehinggalah dengan mudah dan lancar keluar izin operasional Forum Madrasah Diniyah Hamida,”jelasnya.

“Mudah-mudahan doanya saja dari semuanya supaya diberikan kelancaran,”harap Yusron.

Ia juga menyebut akan terus berkoordinasi dengan Kementerian Agama dan Pakis agar kelembagaan makin kuat.

Penutup sambutan, Yusron menyampaikan amanat sesuai tema “Meneruskan Cita-cita, Menguatkan Diniyah dalam Tradisi. “Ini titipan almarhum. Nitip sekolah agama. Sampaikanlah ilmu-ilmu dan akhlak kepada anak-anak di usia dini ini supaya mereka terbiasa mengaji,”tegasnya.

example 325×300