Scroll ke Bawah Membaca Artikel
DaerahEkonomiNasionalNewsRagam

BNNP Jabar Angkat Budaya Sunda untuk Kampanye Antinarkoba

770
×

BNNP Jabar Angkat Budaya Sunda untuk Kampanye Antinarkoba

Sebarkan artikel ini
Badan Narkotika Nasional Provinsi Jawa Barat (BNNP Jabar) menghadirkan pendekatan unik dalam upaya pencegahan narkoba.

KORANPUBLIKA.CO.ID|Bandung,– Badan Narkotika Nasional Provinsi Jawa Barat (BNNP Jabar) menghadirkan pendekatan unik dalam upaya pencegahan narkoba. Melalui ajang Pasanggiri Agung Kawih Sinom yang digelar di Gedung Pusat Budaya Jawa Barat, pesan moral antinarkotika disampaikan lewat seni tradisi Sunda.

Sinom sebagai Media Edukasi

Scroll ke Bawah Terus Membaca Artikel
Example 300x600
Advertorial

Kepala BNNP Jabar, Brigjen Pol. Sulistyo Pudjo Hartono, menjelaskan bahwa Pupuh Sinom dipilih karena sarat makna bagi generasi muda. “Sinom itu artinya muda. Sejak dulu digunakan orang tua untuk menasihati anak-anak agar hidup benar. Kini kami manfaatkan untuk mengingatkan remaja agar menjauhi narkotika,” ujarnya.

Pendekatan berbasis budaya ini diharapkan mampu membentuk benteng moral bagi pelajar dari tingkat SD hingga SMA. Pudjo menekankan, pesan yang disampaikan lewat seni lebih mudah diterima dan diingat oleh anak muda.

Ancaman Narkoba di Jawa Barat BNNP Jabar mencatat penyalahgunaan narkoba di wilayahnya masih tinggi. Obat keras ilegal dan narkotika masing-masing menyumbang 44 persen, sementara 12 persen lainnya berupa zat adiktif.

Sejumlah daerah seperti Palabuhanratu, Pangandaran, Cimahi, Bogor, dan Sumedang menjadi titik pengungkapan kasus besar. Bahkan pada 2025, Jawa Barat sempat masuk lima besar daerah dengan peredaran narkoba tertinggi secara nasional.

Pesan Nasional untuk Generasi Muda

Sekretaris Utama BNN RI, Irjen Pol. Tantan Sulistyana, turut hadir dan menyoroti peningkatan penyalahgunaan narkotika pada kelompok usia 15–24 tahun. Angka prevalensi naik dari 1,8 persen menjadi 2,53 persen. Ia juga mengingatkan adanya modus baru dengan memanfaatkan tren rokok elektrik atau vape, di mana cairan narkotika bisa disamarkan.

“Jangan sampai kita lengah terhadap pergeseran modus maupun jenis narkotika baru,” tegasnya. Tantan mengapresiasi kreativitas BNNP Jabar yang mengemas kampanye antinarkoba melalui seni budaya, sekaligus mendorong anak muda untuk menyalurkan energi positif.

Hasil Pasanggiri Kawih Sinom

Ajang yang memperebutkan Piala Gubernur Jawa Barat ini melahirkan talenta baru. Pada kategori pelajar, Muhammad Rafi Putra Pangestu meraih juara pertama, disusul Asep Tatang Hidayat dan Griselda Martatila Putri. Sementara kategori umum dimenangkan Wendy Widya Rahayu, diikuti Eva Purnama Dewi dan Destiana Erlinda Dewi.

Trofi diserahkan langsung oleh Brigjen Pol. Sulistyo Pudjo Hartono bersama Wali Kota Bandung, M. Farhan, sebagai bentuk apresiasi atas kontribusi seni dalam membangun ketahanan generasi muda terhadap narkoba.

example 325×300