Scroll ke Bawah Membaca Artikel
DaerahEkonomiNasionalNewsRagam

Seminar Ekonomi Rancage Jadi Senjata Baru Jaga Stabilitas Daerah

608
×

Seminar Ekonomi Rancage Jadi Senjata Baru Jaga Stabilitas Daerah

Sebarkan artikel ini
Bakesbangpol Provinsi Jawa Barat menghadiri Seminar Ekonomi Rancage Sebagai Pilar Pembangunan di Jawa Barat, Rabu(16/9/2026). (Foto:Krist)

KORANPUBLIKA.CO.ID|Tasikmalaya,– Bakesbangpol Provinsi Jawa Barat tidak main-main dalam memperkuat stabilitas daerah. Lewat seminar bertajuk “Ekonomi Rancage Sebagai Pilar Pembangunan di Jawa Barat” untuk mendorong kemandirian ekonomi dari Tasikmalaya.

Kegiatan strategis ini sukses digelar di Aula Hall Center Kota Tasikmalaya, Rabu 16 September 2026, dan langsung menyedot perhatian pelaku usaha, pemuda, hingga mahasiswa.

Scroll ke Bawah Terus Membaca Artikel
Example 300x600
Advertorial

Acara dibuka resmi oleh Raden Viena Ocktaviana, perwakilan Bakesbangpol Jabar. Dalam sambutannya, ia menegaskan satu poin penting: ekonomi kuat, bangsa kokoh.

“Ketahanan ekonomi merupakan salah satu pilar krusial dalam menjaga kondusivitas dan kesatuan bangsa, terutama dalam menghadapi dinamika ekonomi global maupun lokal. Konsep Ekonomi Rancage didorong sebagai solusi yang adaptif dan inovatif bagi masyarakat Jawa Barat,”tegasnya.

Ekonomi Rancage bukan sekadar jargon. Ini adalah konsep ekonomi yang tangguh, gesit, dan berakar dari potensi lokal. Tahan banting terhadap guncangan global, tapi tetap tumbuh dari bawah.

Bakesbangpol Provinsi Jawa Barat menghadiri Seminar Ekonomi di Aula Hall center, Rabu(16/9/2026) (Foto:Krist)

Seminar ini makin hidup dengan diskusi panel lintas sektoral yang dimoderatori oleh Irpan, S.I.P. Lima narasumber kompeten dihadirkan, bukan kaleng-kaleng yakni Drs. Ade Hendar, M.M. Kesbangpol Kota Tasikmalaya, Azizah Fauziyah, M.Pd. Ketua Program Studi Kewirausahaan, Deden Khairul Rizal Fadli Ketua Gekrafs Kota Tasikmalaya, Arif Hidayat, Ketua HIPMI Kota Tasikmalaya dan Muhammad Indra Herlambang, S.E. Pelaku UMKM

Ade Hendar menekankan pentingnya sinergi pemerintah dan masyarakat dalam menjaga stabilitas. Sementara dari sisi akademisi, Azizah Fauziyah menyoroti pentingnya jiwa wirausaha sejak kampus.

Ketua Gekrafs dan Ketua HIPMI kompak menyuarakan perlunya ekosistem kreatif dan pengusaha muda yang rancage alias tangguh, kreatif, dan tidak ceng. Sedangkan Indra Herlambang berbagi cerita real di lapangan sebagai pelaku UMKM yang harus bertahan di tengah persaingan.

Yang bikin acara ini beda adalah pesertanya yang merata dari akar rumput. Mulai dari HIPMI, Karang Taruna Sukarindik, hingga perwakilan mahasiswa hadir dan aktif berdiskusi.

Keterlibatan ini bukan formalitas. Bakesbangpol Jabar ingin nilai-nilai Ekonomi Rancage benar-benar turun ke bawah, dipraktikkan, dan menjadi gerakan bersama demi kesejahteraan Jawa Barat.

Apresiasi positif mengalir dari peserta. Mereka menilai seminar ini bukan sekadar teori, tapi membuka mata bahwa ekonomi daerah harus dibangun dengan semangat rancage: berani, kreatif, dan mandiri.

Dari Tasikmalaya, Bakesbangpol Jabar mengirim pesan jelas yakni stabilitas bangsa dimulai dari ekonomi daerah yang kuat. Dan Ekonomi Rancage adalah pilarnya, “Pungkasnya

example 325×300