Scroll ke Bawah Membaca Artikel
DaerahEkonomiNasionalNewsRagam

HAKITNAS 2026: Anggota Komisi III DPRD Jabar Tina Wiryawati Dorong Inovasi Teknologi untuk Penguatan Ekonomi Daerah

948
×

HAKITNAS 2026: Anggota Komisi III DPRD Jabar Tina Wiryawati Dorong Inovasi Teknologi untuk Penguatan Ekonomi Daerah

Sebarkan artikel ini
Anggota DPRD Provinsi Jawa Barat, Hj. Tina Wiryawati, SH., M.M

KORANPUBLIKA.CO.ID|Bandung,- Memperingati Hari Kebangkitan Teknologi Nasional (Hakitnas) 2026 yang jatuh pada tanggal 10 Agustus, Anggota DPRD Provinsi Jawa Barat dari Fraksi Gerindra, Hj. Tina Wiryawati, S.H., menyerukan pentingnya akselerasi digitalisasi dan inovasi riset berbasis potensi lokal untuk mendorong pertumbuhan ekonomi Jawa Barat.

​Sebagai anggota Komisi III DPRD Jawa Barat yang membidangi sektor keuangan dan perekonomian daerah, Tina menilai transformasi teknologi saat ini bukan lagi sekadar pilihan, melainkan kebutuhan mendesak untuk memperkuat daya saing UMKM serta optimalisasi pendapatan daerah.

Scroll ke Bawah Terus Membaca Artikel
Example 300x600
Advertorial

​”Kebangkitan teknologi harus memberikan dampak nyata langsung ke akar rumput. Di era modern ini, penguatan ekonomi Jawa Barat sangat bergantung pada sejauh mana kita mampu memanfaatkan teknologi untuk memodernisasi sektor-sektor unggulan, seperti UMKM, pertanian, pariwisata, hingga tata kelola keuangan daerah,” ujar Tina di Gedung DPRD Jawa Barat, Bandung, Senin (10/8/2026).

​Politisi Partai Gerindra tersebut menekankan bahwa inovasi teknologi terapan dapat menjadi kunci penyelesaian masalah ekonomi di berbagai wilayah daerah pemilihan (dapil), khususnya di kawasan perdesaan. Menurutnya, pemanfaatan platform digital, digitalisasi rantai pasok (supply chain), serta perluasan akses pasar berbasis teknologi akan meningkatkan taraf hidup masyarakat secara siginifikan.

​”Kami di Fraksi Gerindra terus mendorong Pemerintah Provinsi Jawa Barat agar alokasi anggaran riset dan teknologi tepat guna terus ditingkatkan. Harapannya, inovasi yang lahir dari perguruan tinggi maupun peneliti di Jawa Barat dapat diserap langsung oleh industri lokal dan pelaku usaha kecil,” tegasnya.

​Lebih lanjut, Tina berharap momen peringatan Hakitnas 2026 dapat melahirkan kolaborasi sinergis antara pemerintah daerah, akademisi, dan pelaku usaha (pentahelix). Ia menekankan bahwa Komisi III DPRD Jabar siap mengawal kebijakan anggaran yang berfokus pada digitalisasi pelayanan publik serta digitalisasi Badan Usaha Milik Daerah (BUMD).

​”Teknologi adalah alat pembebas dari ketimpangan ekonomi. Jika riset dan teknologi dikembangkan selaras dengan kebutuhan pasar dan perekonomian rakyat, maka kemandirian ekonomi Jawa Barat bukan lagi sekadar cita-cita, melainkan realitas yang bisa dirasakan seluruh warga,” tutup Tina.

example 325×300