Scroll ke Bawah Membaca Artikel
DaerahNasionalNewsRagam

Ibadah Natal Suku Mee Sorong 2025: Momen Syukur, Persatuan, dan Refleksi Budaya

783
×

Ibadah Natal Suku Mee Sorong 2025: Momen Syukur, Persatuan, dan Refleksi Budaya

Sebarkan artikel ini
Ikatan Keluarga Besar Suku Mepago (IKBSM) Sorong Raya menggelar Ibadah Natal Suku Mee Sorong Tahun 2025 di Gereja Kingmi Klafos Meuwo, Jalan Malibela, Kota Sorong, Papua Barat Daya.

KORANPUBLIKA.CO.ID|Sorong Papua,– Ikatan Keluarga Besar Suku Mepago (IKBSM) Sorong Raya menggelar Ibadah Natal Suku Mee Sorong Tahun 2025 di Gereja Kingmi Klafos Meuwo, Jalan Malibela, Kota Sorong, Papua Barat Daya. Perayaan ini menjadi ungkapan syukur kepada Tuhan Yesus Kristus sebagai Sang Penebus dosa, sekaligus momentum mempererat persaudaraan dan refleksi identitas budaya Mee, Selasa(30/12/2025).

Rangkaian Ibadah Penuh Hikmat
Ibadah dipandu oleh protokol Yolanda Osok, dengan Mery Pakage bertindak sebagai pemimpin ibadah sekaligus MC. Pujian dibawakan oleh Singres Yuli, Ina, dan Selina, diiringi musik oleh Yohanes Dogomo. Khotbah disampaikan oleh Pdt. Dominggus Bobi, M.Th., dengan tema “Yesus Mengatakan Identitas Diri Kita Terang di Mata Tuhan” dan subtema “Melalui Perayaan Natal Ini, Kita Sadar Bahwa Saya Mee Papua.”

Scroll ke Bawah Terus Membaca Artikel
Example 300x600
Advertorial

Dalam khotbahnya, Pdt. Bobi menekankan pentingnya peran orang Mee sebagai pelita dan pembawa damai di tengah masyarakat. Ia mengajak seluruh umat untuk menjadikan Natal sebagai momen persatuan dan pemulihan sosial.

“Orang Mee dipanggil untuk menjadi terang dan pembawa damai,” tegasnya.

Mewakili Kepala Suku Mee Sorong, Kepala Dinas Perumahan dan Permukiman Kota Sorong, Andarias Adii, S.T., menyampaikan apresiasi kepada mama-mama Mee yang berjualan sayur di pasar. Ia menegaskan bahwa hasil jualan mereka sangat dihargai dan dikonsumsi oleh para pejabat di Kota Sorong.

Andarias juga mengingatkan pentingnya menjaga kebersihan lingkungan, sejalan dengan program Wali Kota Sorong: Maju, Bersih, Hijau, Aman, dan Sejahtera. Ia menyoroti kontribusi besar para petugas kebersihan, termasuk yang berasal dari Paniai, Deiyai, dan Dogiyai.

“Orang tua kami Pak Jhon sangat memperhatikan kontribusi para karyawan sampah Kota Sorong,” ujarnya.

Turut hadir dalam ibadah, Jhoni Haji Malibela, Direktur PT Bangun Malamoi Indah (BMI), yang juga merupakan anak adat asli Moi Sorong. Ia membuka sambutan dengan sapaan dalam Bahasa Moi: “Lawobok” (selamat sore) dan “nara gerotelo” (apa kabar).

Jhoni mengaku terkesan dengan pesan khotbah dan menekankan pentingnya anak-anak Papua mengenal kebenaran dan budaya sebagai fondasi untuk membahagiakan orang lain.

“Hati saya terkesan dan tergerak, karena sebagai anak Papua kita perlu belajar dari kebenaran dan budaya,” ungkapnya.

Ketua panitia, Yohanes Dogomo, melaporkan bahwa seluruh rangkaian kegiatan berjalan lancar dan aman. Iuran wajib per keluarga serta kerja kolektif dari para penanggung jawab menjadi kunci suksesnya acara. Ia juga menyampaikan terima kasih atas dukungan masyarakat, termasuk sumbangan makanan dan seekor babi dari Kepala Suku Mepago Sorong Raya, Bapak Robi Douw.

“Semoga Tuhan memberkati semua pengorbanan dan upaya yang telah dilakukan,” tutup Dogomo.

Konsumsi kegiatan diatur oleh mahasiswa IPMAPANDODE se-Kota Studi Sorong, dipimpin oleh Daniel Adii, S.E., bersama para alumni dan senior. Persiapan dilakukan melalui tradisi bakar batu, mulai dari pengumpulan kayu bakar, daun pisang, sayur-sayuran, hingga pemotongan dua ekor babi.

example 325×300