Scroll ke Bawah Membaca Artikel
DaerahEkonomiGaya HidupNasionalNewsRagam

Pedagang Pasar Baru Bandung Keluhkan Sepinya Pengunjung dan Persaingan Tak Sehat, Minta Pemerintah Turun Tangan

396
×

Pedagang Pasar Baru Bandung Keluhkan Sepinya Pengunjung dan Persaingan Tak Sehat, Minta Pemerintah Turun Tangan

Sebarkan artikel ini
Para pedagang di Pasar Baru Trade Center Kota Bandung keluhkan kondisi pasar yang semakin sepi dari pengunjung, termasuk pada akhir pekan yang biasanya menjadi waktu ramai. Foto: Ist

KORANPUBLIKA.CO.ID|Bandung,- Para pedagang di Pasar Baru Trade Center Kota Bandung mengeluhkan kondisi pasar yang semakin sepi dari pengunjung, termasuk pada akhir pekan yang biasanya menjadi waktu ramai. Mereka berharap adanya kebijakan dari pemerintah dan pengelola pasar untuk mengembalikan keramaian, baik dari pengunjung domestik maupun mancanegara, Selasa(12/8/2025).

Ketua Forum Komunikasi Pedagang Pasar Baru Trade Center, Kurnia, menyampaikan bahwa fenomena sepinya pasar tidak hanya terjadi di Pasar Baru, tetapi juga di berbagai pasar tradisional lainnya. Ia menilai hal ini berkaitan erat dengan menurunnya daya beli masyarakat serta belum pulihnya sektor riil pasca pandemi Covid-19.

Scroll ke Bawah Terus Membaca Artikel
Example 300x600
Advertorial

“Sekarang sudah berbeda. Dulu tidak seperti ini, tapi sejak pasca Covid-19, kami mengalami penurunan yang luar biasa. Ditambah lagi, sampai sekarang belum ada pemulihan yang signifikan,” ujar Kurnia.

Selain dampak pandemi, para pedagang juga menghadapi tantangan dari maraknya e-commerce. Menurut Kurnia, harga barang yang dijual secara online sering kali jauh lebih murah dibandingkan toko fisik, sehingga menciptakan persaingan yang tidak sehat dan mempersulit pelaku usaha offline untuk bertahan.

“Dampaknya besar sekali bagi kami. Persaingan jadi tidak sehat. Barang-barang online itu harganya kadang sudah tidak masuk akal,” tambahnya.

Kurnia juga menyoroti keberadaan calo wisatawan yang membawa pengunjung ke toko-toko tertentu dengan imbalan dari pemilik toko. Praktik ini dinilai menimbulkan kecemburuan antar pedagang dan merusak ekosistem pasar. Ia meminta pengelola pasar untuk segera menertibkan praktik tersebut.

Tak hanya itu, penutupan Bandara Husein Sastranegara juga disebut sebagai faktor yang menghambat kunjungan wisatawan mancanegara, khususnya dari Malaysia dan Brunei. Wisatawan kini harus menempuh perjalanan lebih jauh ke Bandara Kertajati, yang dinilai kurang praktis.

“Bandara menjadi masalah bagi kami. Wisatawan dari Malaysia sekarang merasa terlalu jauh kalau harus ke Kertajati atau ke pusat kota,” jelas Kurnia.

Saat ini, jumlah pedagang di Pasar Baru telah menurun drastis. Dari sekitar 4.000 pedagang, kini hanya tersisa sekitar 2.000. Penurunan pengunjung domestik pun disebut mencapai 70 persen, yang berdampak langsung pada perputaran ekonomi lokal.

Kurnia berharap pemerintah segera mengambil langkah konkret untuk membantu para pedagang dan mengatur regulasi e-commerce agar lebih adil bagi pelaku usaha offline.

example 325×300