KORANPUBLIKA.CO.ID|Karawang,– Pemerintah Daerah Provinsi Jawa Barat terus mendorong pertumbuhan ekonomi daerah melalui kerja sama strategis dengan investor asing. Terbaru, Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi menandatangani nota kesepahaman (MoU) dengan dua perusahaan besar di SMKN 1 Karawang yakni PT. Deli Indonesia Office Technology dan PT. CBL Solusi Logistik.
Penandatanganan MoU ini disambut positif oleh Anggota DPRD Jawa Barat Komisi III dari Fraksi Demokrat, Ronny Hermawan S.H. Ia menilai langkah ini sebagai bentuk konkret Pemprov Jabar dalam membuka lapangan kerja baru dan meningkatkan kualitas sumber daya manusia lokal, Rabu(28/1/2026).
“Investasi ini bukan hanya soal pembangunan fisik, tapi juga investasi pada manusia. Ketika perusahaan asing masuk dan langsung terhubung dengan sekolah kejuruan, itu artinya kita sedang menyiapkan generasi kerja yang siap pakai,” ujar Ronny.
PT. Deli Indonesia akan membangun pabrik peralatan kantor dengan nilai investasi mencapai 150 juta dolar AS dan diproyeksikan menyerap hingga 3.000 tenaga kerja. Sementara PT. CBL Solusi Logistik akan mengembangkan jalur Inland Waterways Cikarang Bekasi Laut sebagai alternatif transportasi logistik bebas macet.
Ronny menekankan pentingnya pengawasan terhadap implementasi kerja sama ini agar benar-benar mengutamakan tenaga kerja lokal dan mematuhi aturan ketenagakerjaan, termasuk soal upah.
“Karawang punya UMK tertinggi di Jabar. Jangan sampai ada praktik pengupahan di bawah standar. Komisi III akan ikut mengawal agar hak-hak pekerja tetap terjamin,” tegasnya.
Dalam kesempatan tersebut, siswa SMKN 1 Karawang mendapat kesempatan magang selama tiga bulan dan akan langsung direkrut setelah lulus tanpa seleksi tambahan. Pemerintah daerah juga menawarkan pelatihan bahasa Mandarin dan Inggris kepada 40 siswa untuk mendukung kebutuhan komunikasi dengan investor asal Tiongkok.
“Ini bentuk keberpihakan pada masyarakat sekitar. Kita ingin warga Karawang jadi tuan rumah di daerahnya sendiri,” ujar Gubernur Jawa Barat.
Ronny Hermawan mengapresiasi pendekatan ini dan mendorong agar model kolaborasi antara industri dan pendidikan vokasi diperluas ke daerah lain di Jawa Barat.
“Kita butuh lebih banyak SMK yang terhubung langsung dengan dunia industri. Ini cara paling efektif menekan pengangguran dan meningkatkan daya saing tenaga kerja lokal,” pungkasnya.















