Scroll ke Bawah Membaca Artikel
DaerahGaya HidupNasionalNewsRagam

Kurator Anton Susanto: Pameran Ini Ruang Apresiasi dan Inspirasi bagi Seniman Perempuan

750
×

Kurator Anton Susanto: Pameran Ini Ruang Apresiasi dan Inspirasi bagi Seniman Perempuan

Sebarkan artikel ini
Sebuah pameran seni rupa yang menampilkan delapan seniman perempuan tengah berlangsung di Hotel de Braga, Bandung, selama tiga minggu.

KORANPUBLIKA.CO.ID|Bandung,- Sebuah pameran seni rupa yang menampilkan delapan seniman perempuan tengah berlangsung di Hotel de Braga, Bandung, selama tiga minggu. Pameran ini dirancang dengan rangkaian kegiatan publik untuk memperluas jangkauan apresiasi seni. Anton Susanto, kurator pameran sekaligus alumnus Seni Rupa ITB angkatan 1999, menekankan pentingnya membangun ruang dialog antara seniman, karya, dan publik, Sabtu(24/1/2026).

“Selama pameran, kami menggelar beberapa sesi kegiatan publik seperti pembukaan, art market, hingga workshop. Ini cara kami mengundang publik untuk hadir, tidak hanya sebagai penonton pasif, tapi juga sebagai bagian dari proses apresiasi,” ujar Anton saat ditemui di lokasi pameran.

Scroll ke Bawah Terus Membaca Artikel
Example 300x600
Advertorial

Dalam proses kurasi, Anton menekankan pendekatan yang adaptif terhadap kecenderungan teknis dan gagasan masing-masing seniman. Ia mencontohkan Anisa Ica, salah satu peserta yang lebih tertarik pada fotografi ketimbang melukis.

“Kalau dia sukanya fotografi, ya kita gali potensi itu. Kita cari bentuk karya fotografi seperti apa yang bisa ditampilkan agar tetap punya kekuatan visual yang setara dengan karya lain,” jelasnya.

Salah satu karya unik datang dari seniman yang mengolah teknik paper quilling menggulung kertas menjadi bentuk-bentuk ekspresif yang merefleksikan pengalaman personal dan pendekatan neurografis.

“Awalnya bentuknya random, tapi kemudian dikolaborasikan dengan gagasan hingga jadi bentuk yang sangat berbeda dari karya-karya sebelumnya,” tambah Anton.

Anton juga menyoroti pentingnya transisi dari proses berkarya di studio ke penyajian karya di ruang pamer. Ia menyebutkan bahwa peran kurator adalah menjembatani proses ini agar karya tampil maksimal di hadapan publik.

“Misalnya, Relly biasanya bikin karya kecil-kecil. Tapi untuk pameran ini, kami coba eksplorasi bentuk kanvas yang melebar agar perspektif lanskapnya terasa lebih luas. Itu bagian dari proses kurasi yang kolaboratif,” katanya.

Lebih dari sekadar pameran, Anton berharap kegiatan ini menjadi ruang inspirasi bagi perempuan dewasa yang ingin membangun karier di dunia seni.

“Membangun karier sebagai seniman perempuan itu perlu effort ekstra. Dunia kita masih patriarkis, kesempatan tidak selalu setara. Saya harap pameran ini bisa jadi dorongan bahwa ‘aku juga bisa’,” tutupnya.

Pameran ini terbuka untuk umum dan akan terus menghadirkan agenda-agenda publik hingga penutupan. Sebuah ruang yang tidak hanya menampilkan karya, tetapi juga membangun ekosistem apresiasi dan pemberdayaan langsung dari jantung kota Bandung, di Hotel de Braga.

example 325×300