Scroll ke Bawah Membaca Artikel
DaerahNasionalNewsRagam

Diskusi Publik IKAPPMME Ekadide Se-Kota Studi Nabire

499
×

Diskusi Publik IKAPPMME Ekadide Se-Kota Studi Nabire

Sebarkan artikel ini
Ikatan Pelajar Mahasiswa/i Masyarakat Ekadide (IKAPPMME) Se-Kota Studi Nabire menggelar Diskusi Publik pada Kamis, 13 Maret 2026, bertempat di Jl. Yayanti, Bumi Wonorejo, Distrik Nabire, Kabupaten Nabire, Papua Tengah.

KORANPUBLIKA.CO.ID|Nabire, Papua Tengah,- Ikatan Pelajar Mahasiswa/i Masyarakat Ekadide (IKAPPMME) Se-Kota Studi Nabire menggelar Diskusi Publik pada Kamis, 13 Maret 2026, bertempat di Jl. Yayanti, Bumi Wonorejo, Distrik Nabire, Kabupaten Nabire, Papua Tengah.

Acara ini mengangkat dua topik utama:
1. Cara Belajar Menerima Ilmu
2. Bagaimana Menjadi Orang Estetik (Aesthetic)

Scroll ke Bawah Terus Membaca Artikel
Example 300x600
Advertorial

Noak Dogopia, mahasiswa aktif IKAPPMME Ekadide, menekankan pentingnya sikap rendah hati dalam menuntut ilmu.

“Kesombongan adalah penghalang masuknya ilmu. Meluruskan niat menuntut ilmu semata-mata karena Allah, bukan untuk mengejar jabatan atau keduniawian,” jelas Dogopia.

Ia juga menambahkan bahwa mencatat ilmu yang diperoleh dapat memperkuat hafalan, serta mempraktikkannya dalam kehidupan sehari-hari agar membawa berkah.

Diskusi kedua dipantik oleh Demos Degei, mantan demisioner IKAPPMME Ekadide periode 2023–2025. Ia menjelaskan bahwa menjadi pribadi estetik bukan sekadar gaya, melainkan perpaduan antara penampilan, perawatan diri, dan kepercayaan diri.

“Kuncinya adalah menemukan personal style yang nyaman, menjaga kebersihan, serta konsistensi tone warna pada tampilan fisik maupun media sosial,” ungkap Degei.

Menurutnya, gaya berpakaian yang rapi dengan kombinasi warna sederhana, senyuman yang tulus, dan konten visual yang konsisten akan menciptakan aura menarik.

Diskusi publik ini menjadi wadah refleksi bagi mahasiswa untuk tetap optimis, menjaga jati diri, serta mengikuti mekanisme organisasi sesuai aturan yang berlaku di IKAPPMME, yang menaungi mahasiswa asal Distrik Topiyai dan Ekadide, Kabupaten Paniai, Papua Tengah. 

example 325×300