KORANPUBLIKA.CO.ID|Sorong, Papua Barat Daya,- Ikatan Pelajar dan Mahasiswa/i Paniai (IPMAPAN) Kota Studi Sorong mengadakan diskusi terbuka di Asrama Paniai, Jl. Mabile Km. 11,5 Kota Sorong, Papua Barat Daya. Kegiatan ini membahas tiga topik penting: Pendidikan, Jaringan Lancar, dan Pengaruh Lingkungan (Iblis Datang Lewat Siapa).
Topik pertama dibawakan oleh Legison Yatipai dengan tema Mendidik dengan Hati Holistik. Ia menekankan bahwa mendidik bukan sekadar mengajar, melainkan menghargai anak sebagai pribadi utuh, menyentuh jiwa, dan mengembangkan karakter.
Topik kedua disampaikan oleh Titus Yeimo mengenai digitalisasi ruang belajar. Ia menjelaskan bahwa kampus digital tidak hanya terbatas di kota besar, tetapi juga diupayakan hingga daerah 3T. Menurutnya, penyediaan akses internet gratis bagi mahasiswa sangat membantu, meski masih terdapat kendala dalam aktivitas kampus maupun kebutuhan teknologi di daerah masing-masing.
Topik ketiga dibahas oleh Selpiana Kobepa dengan judul Iblis Datang Lewat Siapa. Ia menekankan pentingnya motivasi iman dan aspek rohani sebagai dasar kehidupan manusia. Kobepa menegaskan bahwa setiap individu bertanggung jawab atas hidupnya sendiri, menghadapi tantangan dunia sesuai keyakinan masing-masing, serta membela kebenaran dan keadilan Allah sebagai Juru Selamat.
Usai diskusi, anggota IPMAPAN Otniel Bunai menyampaikan apresiasi atas dedikasi para narasumber. Ia menilai kegiatan ini menjadi wadah tukar pikiran antara senior dan junior, sekaligus mempererat kebersamaan di IPMAPAN Kota Studi Sorong.













