Scroll ke Bawah Membaca Artikel
DaerahInternasionalNasionalNewsPendidikanRagam

Gangneung Yeongdong University dari Korea Selatan Menjadi Pusat Kerja Sama Pendidikan Kesehatan Indonesia-Korea

855
×

Gangneung Yeongdong University dari Korea Selatan Menjadi Pusat Kerja Sama Pendidikan Kesehatan Indonesia-Korea

Sebarkan artikel ini
Acara Indonesia–Korea University Collaboration Seminar and Consultation Meeting yang diselenggarakan di Gedung Direktorat Jenderal Tenaga Kesehatan Kementerian Kesehatan Republik Indonesia.

KORANPUBLIKA.CO.ID|Jakarta,- Dalam acara Indonesia–Korea University Collaboration Seminar and Consultation Meeting yang diselenggarakan di Gedung Direktorat Jenderal Tenaga Kesehatan Kementerian Kesehatan Republik Indonesia, Gangneung Yeongdong University yang dipimpin oleh Pelaksana Tugas Presiden Universitas, Seo Won-suck, hadir dengan delegasi berjumlah 14 orang dan berperan penting dalam mendorong terjalinnya Letter of Intent (LOI) bersejarah antara tujuh perguruan tinggi Korea yang tergabung dalam Gangwon 7 College Consortium (G7CC) dengan 38 Politeknik Kesehatan Negeri (Poltekkes) di seluruh Indonesia.

Sebagai institusi yang memimpin perencanaan dan pelaksanaan acara secara menyeluruh, Gangneung Yeongdong University tidak hanya berpartisipasi dalam seminar, tetapi juga melanjutkan langkah nyata dengan mengunjungi Poltekkes Jakarta III pada 1 Juni 2026 untuk melakukan diskusi lanjutan mengenai kerja sama yang lebih konkret.

Scroll ke Bawah Terus Membaca Artikel
Example 300x600
Advertorial

Seminar yang diselenggarakan bersama oleh Kementerian Kesehatan Republik Indonesia dan G7CC ini dipimpin oleh Gangneung Yeongdong University dengan partisipasi enam perguruan tinggi anggota G7CC lainnya.

Dalam sambutan resminya, Seo Won-suck menekankan visi seminar sebagai langkah strategis dalam membangun kerja sama internasional untuk pengembangan tenaga kesehatan global. Sementara itu, Sekretaris Direktorat Jenderal Tenaga Kesehatan Kementerian Kesehatan RI, Albertus Yudha Poerwadi, menyebut seminar ini sebagai momentum penting dalam memperkuat kolaborasi pendidikan tenaga kesehatan antara Indonesia dan Korea Selatan.

Delegasi Gangneung Yeongdong University terdiri atas para kepala departemen dan dosen dari Program Studi Keperawatan, Dental Hygiene, Fisioterapi, Senior Healthcare, Optometri, serta Global Convergence. Selain itu, turut hadir perwakilan dari kantor penerimaan mahasiswa dan hubungan internasional. Komposisi ini menjadikan Gangneung Yeongdong University sebagai universitas dengan representasi akademik kesehatan yang paling komprehensif di antara anggota G7CC yang hadir.

Pada sesi presentasi sore hari, Gangneung Yeongdong University memperkenalkan Global Senior Care Talent Fostering Program, sebuah program terintegrasi yang dirancang untuk mendukung pengembangan tenaga kesehatan Indonesia mulai dari pendidikan, sertifikasi profesional, hingga kesempatan bekerja dan menetap di Korea Selatan.

Program ini terdiri dari tiga tahapan utama yaitu

  • Transfer dan Pengakuan Kredit Akademik, lulusan maupun mahasiswa berprestasi dari Poltekkes dapat melanjutkan studi melalui jalur transfer ke Program Studi Senior Healthcare atau Social Welfare di Gangneung Yeongdong University.
  • Perolehan Sertifikasi Profesional, mahasiswa akan mendapatkan dukungan penuh dari universitas untuk memperoleh sertifikasi Caregiver (Perawat Lansia) yang diakui di Korea Selatan.
  • Penyaluran Kerja dan Peluang Tinggal Jangka Panjang, setelah lulus, peserta program akan mendapatkan jalur yang terstruktur menuju peluang kerja di sektor kesehatan, perawatan lansia, dan kesejahteraan sosial di Korea Selatan, termasuk peluang tinggal jangka panjang.

Program ini mendapat perhatian besar dari para pimpinan Kementerian Kesehatan RI dan direktur Poltekkes yang hadir. Banyak pertanyaan diajukan terkait implementasi dan keberlanjutan program tersebut, menunjukkan tingginya minat terhadap model pengembangan SDM kesehatan yang ditawarkan.

Pada sesi konsultasi, para kepala program studi dan dosen ahli dari bidang Keperawatan, Dental Hygiene, Fisioterapi, dan Optometri melakukan diskusi langsung dengan perwakilan Poltekkes dari berbagai daerah.

Pembahasan difokuskan pada penyusunan kurikulum bersama yang disesuaikan dengan kebutuhan masing-masing institusi, sistem transfer kredit akademik, serta program pertukaran dosen dan tenaga pengajar.

Seo Won-suck menyampaikan bahwa keterlibatan langsung para ahli dari kedua negara memungkinkan terciptanya kerja sama yang lebih konkret dan dapat segera diimplementasikan.

 Karena para ahli dari masing-masing bidang duduk bersama dan berdiskusi secara langsung, hasil yang dicapai bukan sekadar deklarasi kerja sama, tetapi sebuah sistem kolaborasi yang benar-benar dapat dijalankan dan menghasilkan dampak nyata,” ujarnya.

Pada 1 Juni 2026, sehari setelah seminar berlangsung, delegasi Gangneung Yeongdong University melakukan kunjungan resmi ke Poltekkes Jakarta III untuk membahas langkah-langkah lanjutan dalam pengembangan kerja sama antar institusi.

Kedua pihak sepakat untuk melanjutkan diskusi mengenai berbagai program yang dapat segera direalisasikan, termasuk pertukaran akademik dan pengembangan pendidikan kesehatan bersama.

Kunjungan yang dilakukan kurang dari 24 jam setelah penandatanganan LOI ini menunjukkan komitmen Gangneung Yeongdong University dalam menerjemahkan kesepakatan menjadi aksi nyata.

Gangneung Yeongdong University merupakan perguruan tinggi yang memiliki spesialisasi di bidang kesehatan, kesejahteraan sosial, perawatan lansia, dan optometri. Keunggulan ini sejalan dengan kebutuhan Indonesia dalam meningkatkan kualitas dan kapasitas tenaga kesehatan di masa depan.

Sebagai salah satu institusi inti dalam G7CC, universitas ini memiliki pengalaman dan infrastruktur pendidikan yang mendukung pengembangan tenaga kesehatan berstandar internasional.

Dalam sambutannya, Seo Won-suck menegaskan “Gangneung Yeongdong University siap memberikan dukungan penuh agar mahasiswa Indonesia yang berbakat dapat mengembangkan impian mereka di Korea Selatan dan tumbuh menjadi profesional kesehatan terbaik di masa depan.”

Dengan kekuatan delegasi yang besar, cakupan keahlian akademik yang luas, serta tindak lanjut yang cepat setelah seminar, Gangneung Yeongdong University menunjukkan komitmennya untuk menjadi mitra pendidikan kesehatan Korea Selatan yang terpercaya bagi Indonesia.”

Kerja sama ini berangkat dari kebutuhan strategis kedua negara. Korea Selatan menghadapi tantangan kekurangan tenaga profesional di bidang perawatan lansia akibat meningkatnya populasi lanjut usia, sementara Indonesia setiap tahun meluluskan puluhan ribu tenaga kesehatan melalui 38 Poltekkes yang tersebar di seluruh negeri.

Ketua Komite Penggerak G7CC Indonesia 2026, Hyun In Suk, yang berperan aktif dalam mempersiapkan kerja sama ini, menyampaikan “Pendidikan kesehatan, keperawatan, dan kesejahteraan sosial berbasis praktik di Korea Selatan telah mendapatkan pengakuan internasional. Melalui seminar ini, pihak Poltekkes menunjukkan keyakinan dan antusiasme yang sangat tinggi terhadap kemungkinan terwujudnya pertukaran mahasiswa dan dosen di masa mendatang.”

Seminar ditutup dengan penandatanganan resmi Letter of Intent (LOI) antara G7CC dan 38 Poltekkes di seluruh Indonesia. Kesepakatan ini menjadi tonggak penting dalam sejarah kerja sama pendidikan Indonesia-Korea dan menandai dimulainya kolaborasi yang lebih luas di bidang kesehatan dan pengembangan sumber daya manusia.

example 325×300