Scroll ke Bawah Membaca Artikel
DaerahEkonomiNasionalNewsRagam

DPRD Jabar Apresiasi Langkah Sekda Dorong Transformasi Asisten Ekbang Berbasis Data dan Dampak Nyata

901
×

DPRD Jabar Apresiasi Langkah Sekda Dorong Transformasi Asisten Ekbang Berbasis Data dan Dampak Nyata

Sebarkan artikel ini
Anggota Komisi III DPRD Jawa Barat dari Fraksi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), Taufik Nurrohim, S.Psi.

KORANPUBLIKA.CO.ID|Bandung,– Langkah Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi Jawa Barat, Herman Suryatman, yang mendorong seluruh Asisten Perekonomian dan Pembangunan (Ekbang) kabupaten/kota se-Jawa Barat untuk bertransformasi dan bekerja berbasis data, mendapat apresiasi dari kalangan legislator Jawa Barat.

Anggota Komisi III DPRD Jawa Barat dari Fraksi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), Taufik Nurrohim, S.Pi., menilai arahan Sekda Jabar tersebut merupakan langkah krusial dalam mempercepat pemerataan pembangunan dan penguatan ekonomi daerah di seluruh wilayah Jawa Barat.

Scroll ke Bawah Terus Membaca Artikel
Example 300x600
Advertorial

​Taufik Nurrohim menegaskan bahwa Asisten Ekbang memiliki posisi yang sangat strategis sebagai simpul koordinasi kebijakan ekonomi di tingkat kabupaten dan kota. Menurutnya, pendekatan kerja berbasis data by name by address serta pemanfaatan platform Satu Data Jawa Barat (SADA Jabar) yang diusung Pemprov Jabar akan meminimalkan risiko kebijakan yang tidak tepat sasaran.

​”Kami dari Fraksi PKB dan Komisi III DPRD Jabar menyambut baik serta mendukung penuh dorongan dari Pak Sekda Herman Suryatman. Pembangunan ekonomi tidak bisa lagi dilakukan sekadar rutinitas administratif atau berorientasi pada proses semata, melainkan harus berbasis data yang akurat agar dampaknya benar-benar dirasakan oleh masyarakat,” ujar Taufik Nurrohim saat memberikan tanggapannya.

​Politisi PKB ini juga menyepakati pandangan Sekda Jabar mengenai pentingnya menghilangkan mentalitas terkotak-kotak (silo mentality) antara pemerintah provinsi dan kabupaten/kota. Mengingat Jawa Barat merupakan agregasi dari 27 kabupaten/kota, Taufik menekankan bahwa sinergi lintas tingkatan pemerintahan hingga tingkat desa dan kelurahan adalah kunci utama pertumbuhan ekonomi yang inklusif.

​”Masalah-masalah fundamental di Jawa Barat, mulai dari penanganan kemiskinan, kemudahan investasi daerah, hingga penguatan daya beli masyarakat, butuh penanganan instrumen yang terintegrasi. Ibarat permainan orkestra seperti yang disampaikan Pak Sekda, sinergi antara Pemprov, Pemkab, dan Pemkot harus memainkan partitur yang sama,” lanjutnya.

​Lebih lanjut, Taufik Nurrohim berharap agar konsolidasi ini tidak berhenti pada tingkat wacana dan rapat koordinasi, melainkan ditindaklanjuti dengan penguatan kapasitas SDM birokrasi di daerah serta keterbukaan akses data intervensi program ekonomi.

​”Komisi III DPRD Jabar akan terus mengawal dan mendukung keberlanjutan program penguatan ekonomi daerah ini, terutama agar anggaran serta kebijakan fiskal yang dialokasikan dapat berorientasi pada hasil nyata (outcome-based) demi kesejahteraan rakyat Jawa Barat,” pungkas Taufik.

​Sebelumnya, Sekda Jabar Herman Suryatman memimpin Rapat Koordinasi Asisten Perekonomian dan Pembangunan se-Jawa Barat di Ruang Rapat Papandayan, Gedung Sate, Kota Bandung, Senin (21/9/2026) sore. Dalam rakor tersebut, Herman meminta seluruh Asisten Ekbang se-Jabar memperkuat peran sebagai penggerak pembangunan ekonomi di wilayah masing-masing dengan bekerja lebih substantif, cepat, terukur, dan berbasis data.

example 325×300