KORANPUBLIKA.CO.ID|Tasikmalaya,– Darurat air bersih di Kemarau panjang melanda sejumlah wilayah di Kabupaten Tasikmalaya, tepatnya Desa Cikalong, Kecamatan Cikalong, Kabupaten Tasikmalaya, Sumur warga mulai kering. Sungai menyusut. Aktivitas MCK lumpuh.
Di tengah kesulitan itu, muncul aksi nyata dari warga untuk warga. H. Dayat, seorang pengusaha kelontongan “Berdikari” asal Desa Cikalong* bergerak cepat. Ia mendistribusikan 10.000 liter air bersih setiap hari ke tiap kampung yang terdampak.
Ini bukan bantuan sekali. Ini dilakukan rutin selama kemarau melanda, “ujar H Dayat, Minggu(6/9/2026).
Menurut dia, Empat kampung jadi prioritas utama air bersih distribusi ke ampung Citutung, Kampung Cikalong, Kampung Desa Kolot, dan Kampung Sindanghurip.
Di tiap titik, warga sudah antre membawa ember, jeriken, dan drum. Anak-anak, ibu-ibu, sampai bapak-bapak turun semua.
“Alhamdulillah tiap hari ada 10.000 liter yang kita salurkan. Kita bagi rata ke 4 kampung. Mudah-mudahan bisa membantu meringankan beban warga,” ujar H. Dayat saat ditemui di lokasi distribusi.
Air tersebut diambil dari sumber mata air bersih yang masih stabil yakni harus menyusuri jalan desa yang menanjak dan berbatu.

Perjuangan tidak mudah, jarak dari sumber mata air bersih ke Desa Cikalong mencapai 5 KM. Jalan naik-turun, kadang licin. Solar, waktu, dan tenaga terkuras.
Kendala terbesar justru bukan di jalan, tapi toren atau penampungan air masih minjam.
“Kita belum punya toren sendiri. Jadi tiap mau drop harus koordinasi dulu, pinjam ke mushola, ke sekolah, atau ke rumah warga yang punya. Kadang rebutan juga,” keluh H. Dayat.
Tanpa toren, distribusi jadi tidak merata. Kalau tangki datang pas warga tidak ada di rumah, airnya mubazir atau harus diputar lagi ke kampung lain.
Ia berharap ada bantuan dari pemerintah desa, kecamatan, atau donatur untuk pengadaan toren permanen di tiap kampung. “Biar warga bisa nyetok. Jadi tidak tergantung pas tangki datang saja,”katanya.
Aksi H. Dayat ini langsung dirasakan manfaatnya. Ibu Yayah dari Kampung Citutung mengaku sumurnya sudah kering sejak 2 bulan lalu. “Kalau tidak ada bantuan Pak Dayat, kami mandi ke sungai. Itu juga sudah keruh,”katanya.
Hal senada di sampaikan Bapak Ujang di Kampung Desa Kolot juga sama. “Ini sangat membantu. Buat masak, minum, wudhu. Kami doakan usaha beliau makin lancar,”ucapnya.
Warga Kampung Cikalong* dan Sindanghurip juga menyampaikan hal serupa. Mereka mengaku baru kali ini ada pengusaha lokal yang turun langsung distribusikan air tiap hari.
H. Dayat mengaku tidak ingin mencari popularitas. Sebagai anak desa, ia merasa terpanggil saat melihat tetangganya kesulitan air.
“Saya pedagang kelontongan. Rezeki juga dari warga sini. Pas warga susah, masa diam saja. Sedikit kita bantu, mudah-mudahan jadi berkah,” tuturnya.
Ia juga mengajak pengusaha lain di Cikalong untuk ikut bergerak. Kemarau diprediksi masih berlangsung 1-2 bulan ke depan.
“Kalau kita gotong royong, insya Allah masalah air ini bisa teratasi. Yang punya rezeki lebih, mari berbagi,” ajaknya.
Warga berharap Pemdes Cikalong dan BPBD Kabupaten Tasikmalaya segera turun. Bantuan truk tangki dari pemerintah, penambahan titik toren, dan pemetaan sumber air alternatif sangat dibutuhkan, “harapnya









