Scroll ke Bawah Membaca Artikel
DaerahEkonomiNasionalNewsRagam

Pecinta Alam Ekadide: Menjaga Nadi Kehidupan di Jantung Paniai

648
×

Pecinta Alam Ekadide: Menjaga Nadi Kehidupan di Jantung Paniai

Sebarkan artikel ini

KORANPUBLIKA.CO.ID|Paniai, Papua Tengah,- Jika ada surga yang masih bernapas dengan jujur di Tanah Papua, maka namanya adalah Ekadide Topiyai, Minggu(28/9/2026).

Saya adalah pecinta alam Ekadide. Bukan karena saya lahir di sana saja, tapi karena alamnya telah mengajari saya arti pulang yang sesungguhnya.

Scroll ke Bawah Terus Membaca Artikel
Example 300x600
Advertorial

Topiyai Ekadide bukan sekadar distrik di Kabupaten Paniai, Provinsi Papua Tengah. Ia adalah lukisan hidup. Di pagi hari, pegunungan menjulang diselimuti kabut Ekapo yang tipis, seolah menyapa lembut kampung-kampung yang setia berdiri:

Ekauwiya yang ramah, Okonobaida yang kuat, Eyagitaida yang teduh, Baguwa yang bersahaja, Pogeidimi yang subur, Weya dan Kotopa yang penuh cerita, hingga Deba yang menyimpan kedamaian.

Semua kampung itu terhubung oleh satu nadi kehidupan: Kali Ekaa, Danau Ekaa Peku, dan Utoupia, serta Danau Paniai yang legendaris. Airnya sejuk, bening, dan sakral. Danau yang bukan hanya memberi ikan dan air, tapi memberi identitas, budaya, dan ketenangan jiwa bagi Suku Mee Ekadide Topiyai.

Sebagai pecinta alam Ekadide Topiyai, saya melihat keindahan ini bukan untuk dibanggakan saja, tapi untuk dijaga.

Kita harus jujur, ancaman itu ada. Sampah yang mulai masuk ke aliran air, hutan yang perlahan terbuka, dan generasi muda yang mulai lupa cara merawat tanah leluhur. Jika kita diam, Ekadide yang indah ini hanya akan tinggal cerita.

Maka, salam hangat saya untuk semua anak Ekadide dimanapun berada di Ekauwiya, Okonobaida, Eyagitaida, Baguwa, Pogeidimi, Weya, Kotopa, Deba, dan seluruh pelosok Topiyai Ekadide Paniai:

Mari kita kembali mencintai alam kita dengan tindakan. Jangan buang sampah di danau. Tanam kembali satu pohon di kebun. Ceritakan ke anak-anak kita bahwa menjaga alam Ekadide sama dengan menjaga mama kita sendiri.

Karena bagi saya, mencintai Ekadide bukan pilihan. Itu adalah panggilan jiwa. Ekadide Lestari, Paniai Kuat, Papua Tengah Bermartabat.

 

example 325×300