Scroll ke Bawah Membaca Artikel
DaerahEkonomiNasionalNewsRagam

Hari Batik Nasional 2026, Taufik Nurrohim Dorong Batik Jawa Barat Jadi Motor Penggerak Ekonomi Kreatif Daerah

685
×

Hari Batik Nasional 2026, Taufik Nurrohim Dorong Batik Jawa Barat Jadi Motor Penggerak Ekonomi Kreatif Daerah

Sebarkan artikel ini
Anggota DPRD Provinsi Jawa Barat Komisi III dari Fraksi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), Taufik Nurrohim, S.Psi.,

KORANPUBLIKA.CO.ID|Bandung,- Memperingati Hari Batik Nasional yang jatuh pada Jumat, 2 Oktober 2026, Anggota DPRD Provinsi Jawa Barat Komisi III dari Fraksi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), Taufik Nurrohim, S.Psi., mengajak seluruh lapisan masyarakat untuk tidak hanya bangga mengenakan batik, tetapi juga aktif mendukung keberlangsungan para perajin dan pelaku UMKM batik lokal.

​Taufik menegaskan bahwa batik bukan sekadar warisan budaya takbenda yang diakui dunia, melainkan salah satu pilar penting dalam ekonomi kreatif yang mampu menyerap tenaga kerja serta menggerakkan roda perekonomian daerah di Jawa Barat.

Scroll ke Bawah Terus Membaca Artikel
Example 300x600
Advertorial

​”Hari Batik Nasional adalah pengingat akan kekayaan budaya sekaligus potensi ekonomi bangsa kita. Jawa Barat memiliki ragam motif batik yang luar biasa pesonanya, seperti Batik Megamendung Cirebon, Batik Garutan, hingga motif khas daerah Subang, Sumedang, dan Majalengka,” ujar Taufik saat ditemui di Gedung DPRD Jawa Barat, Bandung, Jumat (2/10/2026).

​Sebagai anggota Komisi III yang membidangi keuangan, retribusi, dan potensi pendapatan daerah, Taufik menekankan perlunya dukungan nyata dari pemerintah provinsi dalam hal permodalan, digitalisasi pemasaran, serta perlindungan Hak Kekayaan Intelektual (HKI) bagi para perajin batik.

​”Keberlanjutan industri batik sangat bergantung pada keberpihakan kebijakan anggaran daerah. Di Komisi III, kami dari Fraksi PKB terus mendorong agar BUMD dan lembaga keuangan daerah dapat mempermudah akses pembiayaan yang ramah bagi para perajin dan pelaku usaha batik lokal,” kata legislator asal Daerah Pemilihan Jabar 11 (Subang, Sumedang, Majalengka) tersebut.

​Taufik yang berlatar belakang ilmu psikologi ini juga menyoroti pentingnya peran generasi muda dalam melestarikan batik agar tidak tergerus arus modernisasi. Menurutnya, inovasi desain dan pemanfaatan platform digital menjadi kunci agar batik tetap relevan serta digemari anak muda.

​”Batik harus kita jadikan bagian dari gaya hidup sehari-hari, bukan hanya dipakai saat acara formal. Dengan membeli dan bangga memakai batik karya perajin lokal, kita turut menjaga warisan leluhur sekaligus membangkitkan perekonomian masyarakat,” pungkas Taufik.

​Peringatan Hari Batik Nasional tahun 2026 ini diharapkan menjadi momentum bersama bagi pemerintah, pengusaha, dan masyarakat untuk memperkuat ekosistem batik di Jawa Barat agar semakin berdaya saing di pasar nasional maupun internasional.

example 325×300