KORANPUBLIKA.CO.ID|Bandung,- Direktur LAZ Itqan Peduli, Edwin Gafitra Setiawan, menyatakan kesiapan Itqan Peduli untuk mengambil peran strategis dalam membangun ekosistem zakat produktif yang terintegrasi, kolaboratif, dan berkelanjutan guna memperkuat pemberdayaan ekonomi umat menuju Indonesia Emas 2045.
“Itqan Peduli siap menjadi bagian dari ekosistem zakat produktif untuk Indonesia Emas. Kami ingin zakat tidak hanya hadir untuk membantu masyarakat melewati kesulitan hari ini, tetapi juga menjadi instrumen pemberdayaan yang mampu membangun kemandirian ekonomi, menciptakan peluang usaha, membuka lapangan kerja, dan meningkatkan kesejahteraan umat secara berkelanjutan.”
Menurut Edwin Gafitra Setiawan, transformasi zakat dari bantuan karitatif menuju pemberdayaan produktif membutuhkan kolaborasi yang kuat antara lembaga amil zakat, pemerintah, lembaga keuangan syariah, dunia usaha, komunitas, dan platform digital. Sinergi tersebut diperlukan agar program pemberdayaan tidak berjalan secara parsial, melainkan menjadi ekosistem yang saling mendukung, mulai dari penghimpunan dana, pendampingan mustahik, pengembangan usaha, akses permodalan syariah, hingga perluasan pasar.
Ia menegaskan bahwa keberhasilan zakat produktif tidak cukup diukur dari jumlah dana yang dihimpun dan disalurkan, tetapi juga dari dampak nyata yang dirasakan penerima manfaat, seperti peningkatan pendapatan, keberlanjutan usaha, kemandirian keluarga, serta terbukanya peluang bagi mustahik untuk bertransformasi menjadi muzaki.
“Bagi kami, zakat produktif bukan sekadar menyalurkan dana, melainkan membangun jalan bagi masyarakat untuk keluar dari kerentanan ekonomi. Itqan Peduli ingin hadir sebagai mitra kolaborasi yang menghubungkan potensi zakat dengan kebutuhan riil masyarakat, sehingga setiap program memiliki arah, pendampingan, dan dampak yang terukur,” tambah Edwin.
Melalui komitmen tersebut, Itqan Peduli mengajak seluruh pemangku kepentingan untuk memperkuat kolaborasi dan inovasi dalam pengelolaan zakat produktif. Dengan ekosistem yang kuat dan tata kelola yang profesional, zakat diharapkan dapat menjadi salah satu penggerak kemandirian ekonomi umat sekaligus berkontribusi nyata dalam mewujudkan Indonesia Emas 2045.















