Scroll ke Bawah Membaca Artikel
DaerahEkonomiNasionalNewsRagam

Wakil Wali Kota Tasikmalaya Rd Diky Candranegara Blak-blakan: Saya Tak Pernah Pakai APBD Sepeserpun

566
×

Wakil Wali Kota Tasikmalaya Rd Diky Candranegara Blak-blakan: Saya Tak Pernah Pakai APBD Sepeserpun

Sebarkan artikel ini
Wakil Wali Kota Tasikmalaya Rd Diky Candranegara Blak-blakan mengenai APBD, Rabu(07/10/2026). (Foto:Krist)

KORANPUBLIKA.CO.ID|Tasikmalaya,– Pernyataan mengejutkan dilontarkan Wakil Wali Kota Tasikmalaya, Rd. Diky Candranegara. Ia mengaku tidak pernah menggunakan APBD sepeserpun untuk kegiatan promosi dan program-programnya.

Hal itu disampaikan Diky saat menghadiri launching Tasikmalaya Great Sale (TGS) 2026 di Aula PPIK Kota Tasikmalaya, Rabu (7/10/2026). Dengan nada gemas, Diky menyoroti lemahnya promosi program besar milik Pemkot.

Scroll ke Bawah Terus Membaca Artikel
Example 300x600
Advertorial

“Sejujurnya saya baru tahu karena saya kemarin kan ada kegiatan jadi saya nggak tahu tentang soal itu, cuma sedikit banyaknya saya udah tahu makanya saya tadi agak sedikit menyampaikan pandangan pribadi harusnya ini dibantu oleh promo-promo dari kita,” ujar Diky.

Menurut Diky, promo tidak harus selalu pakai anggaran besar. Asal ada niat dan kemauan, promosi bisa jalan tanpa APBD. Sayangnya, banyak program bagus gagal total karena tidak dipromosikan dengan baik.

“Promo itu tidak harus pakai anggaran kok kalau kita mau. Program yang cukup baik ini kalau tidak dipromosikan ya susah. Kalau masyarakat enggak tahu bahwa ternyata di restoran A ada diskon besar-besaran ulang tahun buat apa,” tegasnya.

Ia pun menyentil peran media yang selama ini kurang dilibatkan. Padahal media adalah kunci agar program pemerintah sampai ke masyarakat.

“Mohon maaf bukan penjilat kalian tapi inilah fungsinya daripada media dan sampai sejauh mana media dilibatkan dan itu yang itulah kurang lebihnya,” katanya.

Diky kemudian membongkar pengalamannya saat bertugas di Kabupaten Garut. Ia mengaku semua event besar bisa berjalan tanpa APBD sepeserpun.

“ASN pakai promosi dan itu saya lakukan di Garut dan non APBD. Mohon maaf untuk beberapa kali saya sudah sampaikan itu. Kalau dulu memang pak Bupati menyerahkan non APBD tanpa meminta duit ke dinas-dinas tanpa patungan ke dinas-dinas seperti umumnya beberapa daerah lain yang suka patungan kalau ada acara apa-apa,” ungkapnya.

“Enggak ada, demi Allah lima perak pun gak ada. Tapi Garut bisa terwujud semuanya bisa berjalan ada fashion show ada iklannya tanpa APBD dan semuanya bisa dilakukan kalau kita punya niat kalau kita punya kemauan,” lanjutnya.

Diky mengaku gemas melihat banyak acara pemerintahan yang hanya sekadar mengugukan tugas tanpa ada aksi nyata setelah launching.

“Supaya tidak ada lagi atau terminimalisir acara-acara yang sifatnya hanya sekedar mengugukan tugas hanya sekedar acara. Launching itu mengugukan tugas tapi gak ada action dan mohon maaf kalau saya menggebu-gebu tapi gemes,” tegasnya.

Ia juga menyinggung soal kewenangannya sebagai Wakil Wali Kota yang sangat terbatas. Berdasarkan undang-undang, tugas Wakil Wali Kota hanya menjalankan apa yang diperintahkan Wali Kota.

“Kalau semua direspon pasti seperti Garut dan kalau ada responnya saya gak ada kewenangan, hari ini saya bingung. Hari ini saja saya mau ke salah satu tempat di mana kondisinya saya tidak tahu kenapa karena berdasarkan undang-undang tugas saya itu hanya sekedar menjalankan apa-apa yang diperintah oleh bapak Walikota,” katanya.

Diky meminta publik tidak menyalahkan Wali Kota jika dirinya tidak muncul di suatu acara karena itu adalah hak prerogatif Wali Kota.

“Kita tidak boleh menyalahkan Walikota, enggak salah pak Walikota begitu. Cuma salah kalau misalnya saya ikut campur gitu dan saya tidak mau makanya saya tidak akan ikut campur.

“Dan hari ini saya di undang dadakan dan tadinya saya mau ke DPD RI dan gak diundang pun gak masalah. Jadi teman-teman jangan sampai menyalahkan siapapun kalau misalnya saya tidak muncul tidak diundang karena memang itu hak prerogatif dan tidak menyalahi aturan,” pungkasnya.

example 325×300