KORANPUBLIKA.CO.ID|Yogyakarta,- Memaknai Hari Kartini dengan semangat kolaborasi, KAMAJAYA Business Club (KBC) kembali menyiapkan gelaran Kartini KBC 2026 yang akan berlangsung pada Minggu, 26 April 2026 di Nara Kupu Jogja, Pandanpuro, Hargobinangun, Pakem, Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta, Selasa(21/4/2026).
Kegiatan yang memasuki tahun kedua ini mengusung tema “Kartini Cantik: Berani, Berdaya & Kreatif”. Setelah tahun lalu sukses digelar di Filosofi Kopi Yogyakarta milik alumni, tahun ini Kartini KBC hadir dengan konsep lebih luas yang memadukan unsur budaya, kesehatan, kreativitas, kewirausahaan, dan jejaring alumni.
Fransiscus Go selaku Ketua Umum KBC menyampaikan rasa bangga atas kekompakan alumni yang kembali bergotong royong menyiapkan acara tersebut.
“Acara ini bukan hanya perayaan kecantikan dan kreativitas, tetapi juga simbol kekuatan kolaborasi alumni UAJY. Melalui kegiatan seperti ini, kami ingin membuka ruang agar alumni terus terhubung, berkembang, dan saling mendukung,” kata Frans.
Ia menjelaskan, Nara Kupu Jogja yang menjadi lokasi acara memang disiapkan sebagai ruang terbuka untuk kegiatan komunitas, keluarga, dan kolaborasi kreatif yang memberi manfaat lebih luas bagi masyarakat.
Menjelang hari pelaksanaan, konsep acara dibahas dalam sesi Kamis Chemistry Road to Kartini melalui Instagram Live pada 18 April 2026. Dalam bincang santai tersebut, Woro Danastri (Dani), Ketua Panitia Kartini KBC 2026 sekaligus Founder Anak Njawi, menjelaskan rangkaian acara yang akan berlangsung sejak pagi hingga siang hari.
“Kami ingin menghadirkan acara yang hangat, menyenangkan, dan bermanfaat. Bukan hanya untuk perempuan, tetapi juga keluarga, alumni, pelaku usaha, dan generasi muda,” ujar Dani.
Menurut Dani, acara dimulai pukul 07.00 WIB melalui Yoga Berkain for Women, di mana peserta diajak menikmati suasana pagi kawasan Pakem sambil mengikuti yoga dengan balutan kain tradisional.
Mulai pukul 07.30 WIB, area tenant UMKM dibuka untuk pengunjung dengan menghadirkan beragam produk kuliner, fesyen, kerajinan, hingga usaha kreatif.
Memasuki pukul 09.00 WIB, suasana diramaikan Lomba Fotografi Kartini KBC 2026 dan Workshop Snack Bouquet yang memberi ruang kreativitas sekaligus inspirasi peluang usaha rumahan.
Puncak acara berlangsung pukul 12.00 WIB melalui Lomba Fashion Show kategori anak dan remaja. Para peserta akan tampil mengenakan kebaya nasional sebagai bentuk kecintaan terhadap budaya sekaligus menumbuhkan rasa percaya diri sejak dini.
Sekar Tyas Nareswari selaku Public Relations KBC sekaligus Founder Takon Pakar Edutainment menyampaikan bahwa KAMAJAYA Business Club dibentuk untuk menghidupkan kembali ikatan alumni dalam lingkaran entrepreneur dan profesional, sekaligus menjadi wadah berbagi ide, kolaborasi, dan saling mendukung.
“Kartini masa kini adalah perempuan yang terus belajar, berani tampil, mampu membangun jejaring, dan memberi dampak di lingkungannya. Semangat itu yang ingin kami hadirkan melalui Kartini KBC 2026, mengenai kegiatan dapat diakses melalui Instagram @kbc_kamajaya dan @kartini.kbc.,” ujar Sekar.
Menurutnya, semangat kolaborasi juga tampak dari dukungan sponsor dan tenant yang ikut mengangkat brand mereka sekaligus meramaikan acara.
Kartini KBC 2026 didukung oleh Nara Kupu Jogja, Kamajaya Scholarship, The Body Shop, Gardena, dan Kimia Farma.
Selain itu, keterlibatan alumni dan mahasiswi Universitas Atma Jaya Yogyakarta juga hadir sebagai volunteer, panitia, peserta, juri, hingga pelaku usaha yang membuka booth dalam acara tersebut.
Ketua Umum KAMAJAYA, Dr. Ir. D. Viby Indrayana, ST, MM, MT, IPU, ASEAN Eng, ACPE, turut menyampaikan apresiasi atas konsistensi KBC dalam menghadirkan kegiatan yang mempererat jejaring alumni.
“Kegiatan seperti ini menjadi bukti bahwa alumni UAJY memiliki semangat kebersamaan, kreativitas, dan kepedulian untuk terus maju bersama. Dampaknya bukan hanya bagi alumni, tetapi juga menguatkan citra positif almamater,” ujarnya.
KBC sendiri merupakan divisi bisnis dari KAMAJAYA (Keluarga Alumni Universitas Atma Jaya Yogyakarta) yang berfokus memperkuat jejaring alumni, kolaborasi usaha, serta kegiatan sosial produktif.
















