Scroll ke Bawah Membaca Artikel
DaerahNasionalNewsRagam

Freny Anouw: Figur Muda dari Dogimani yang Menyalakan Asa Kesehatan Papua Tengah

550
×

Freny Anouw: Figur Muda dari Dogimani yang Menyalakan Asa Kesehatan Papua Tengah

Sebarkan artikel ini
Freny Anouw, S.Ip. Kini menjabat sebagai Ketua KPA Provinsi Papua Tengah.

KORANPUBLIKA.CO.ID|Dogiyai, Papua Tengah,- Di tepian Kali Degei yang tenang, di antara pegunungan hijau Bukit Dogiyaugi, tumbuh seorang anak kampung yang kini menjadi motor perubahan kesehatan di Papua Tengah.

Namanya Freny Anouw, S.Ip. Kini menjabat sebagai Ketua KPA Provinsi Papua Tengah. Baginya, kesehatan bukan sekadar urusan medis, tetapi perpaduan antara ketenangan hati, kesederhanaan hidup, dan keteguhan komitmen.

Scroll ke Bawah Terus Membaca Artikel
Example 300x600
Advertorial

“Kesehatan itu bukan hanya soal tubuh, tapi juga hati dan pikiran. Hidup sederhana, makan teratur, dan tidur cukup itu sudah bagian dari menjaga hidup yang sehat,” ujar Freny saat ditemui di kediamannya di Kampung Dogimani, Rabu(27/5/2026).

Lahir pada 7 Desember 1989 di Dogimani, Distrik Dogiyai, Freny tumbuh dalam keluarga sederhana. Ia anak kelima dari pasangan Bernadus Anouw, S.Th dan Charlolina Dogopia.

Perjalanan pendidikannya dimulai di SD YPPGI Dogimani, lulus 2002. Lalu melanjutkan ke SMP PGRI Nabire, lulus 2005, dan SMA YPPGI Nabire, lulus 2008. Tekadnya membawanya ke Universitas Satya Wiyata Mandala Nabire, dan ia meraih gelar Sarjana Ilmu Pemerintahan pada 2012.

“Saya belajar karena saya tahu, hanya dengan ilmu kita bisa menolong lebih banyak orang. Saya ingin masyarakat Dogiyai dan Papua Tengah punya akses kesehatan yang layak,” kata Freny.

Semangat kepemimpinan Freny sudah terlihat sejak kecil. Sejak SD ia dipercaya menjadi Ketua Kelas dan Ketua OSIS. Semangat organisasi itu berlanjut hingga SMP, SMA, dan kuliah.

Di bangku kuliah, ia mendirikan IPMADO Kabupaten Dogiyai pada 2008. Ia juga aktif sebagai Sekretaris Biro Pemuda Kingmi Klasis Nabire, Ketua DPC PPP Kabupaten Dogiyai periode 2019-2023, dan kini Ketua DPW PPP Papua Tengah sejak 2023. Dari dunia organisasi dan politik, ia belajar manajemen, komunikasi publik, dan tanggung jawab sosial bekal penting untuk karier birokrasi.

Karier pemerintahan Freny dimulai pada 2023. Di tahun yang sama, ia dipercaya menjadi Ketua KPA Provinsi Papua Tengah. Pada 2025, ia juga menjabat sebagai Ketua Porki Karate Provinsi Papua Tengah. Di wilayah pedalaman Dogiyai tempat ia lahir, Freny terjun langsung memberikan edukasi politik dan layanan kesehatan.

Reputasinya dibangun dari konsistensi hadir di tengah masyarakat. Ia kerap menempuh perjalanan ke distrik terpencil, mengunjungi puskesmas sulit dijangkau, menggelar sosialisasi pencegahan penyakit menular, hingga merumuskan program kolaboratif antarinstansi melalui KPA Papua Tengah.

“Jabatan bukan untuk dihormati, tapi untuk melayani. Jika saya bisa mendengar langsung keluhan masyarakat, itu bentuk pelayanan yang sebenarnya,” ujarnya.

Freny percaya perubahan kesehatan tidak bisa lepas dari edukasi dan pendekatan budaya. Menurutnya, kearifan lokal Papua Tengah harus digandeng dalam setiap program kesehatan agar lebih efektif.

“Saya ingin setiap rumah sadar bahwa kesehatan adalah investasi. Anak-anak, ibu hamil, lansia semua harus dijaga,” katanya penuh semangat.

Di usia 37 tahun, Freny menjadi salah satu figur muda inspiratif di Papua Tengah. Kesederhanaan, komitmen, dan dedikasinya membuatnya dihormati dan dekat dengan masyarakat.

“Saya berasal dari rakyat kecil di Dogimani. Saya berjuang untuk rakyat dan akan terus bersama rakyat. Pendidikan, pelayanan, pemerintah, dan politik adalah jalan pengabdian saya untuk Dogiyai dan Papua Tengah,” tegasnya.

Dari kampung kecil di balik pegunungan Dogiyaugi dan di samping Kali Degei, Freny Anouw membuktikan bahwa perubahan besar bisa lahir dari niat sederhana: melayani, bukan dilayani.

Dari Dogimani untuk Dogiyai. Dari Dogiyai untuk Papua Tengah. Dari Papua Tengah untuk Indonesia.

example 325×300