Scroll ke Bawah Membaca Artikel
DaerahInternasionalNasionalNewsPendidikan

Dr. Rikrik Kusmara Dianugerahi Palmes Académiques oleh Pemerintah Prancis

780
×

Dr. Rikrik Kusmara Dianugerahi Palmes Académiques oleh Pemerintah Prancis

Sebarkan artikel ini
Wakil Rektor Bidang Komunikasi, Kemitraan, Kealumnian, dan Administrasi ITB, Dr. Andryanto Rikrik Kusmara, resmi menerima penghargaan bergengsi Chevalier dans l’Ordre des Palmes Académiques dari Pemerintah Republik Prancis.

KORANPUBLIKA.CO.ID|Bandung,- Institut Teknologi Bandung (ITB) kembali mencatat sejarah penting dalam dunia akademik internasional. Wakil Rektor Bidang Komunikasi, Kemitraan, Kealumnian, dan Administrasi ITB, Dr. Andryanto Rikrik Kusmara, resmi menerima penghargaan bergengsi Chevalier dans l’Ordre des Palmes Académiques dari Pemerintah Republik Prancis, Kamis(11/6/2026).

Upacara penganugerahan berlangsung di Center for Arts, Design and Language (CADL) ITB pada Kamis, 11 Juni 2026. Penghargaan disematkan langsung oleh Fabien Penone, Duta Besar Prancis untuk Indonesia, Timor Leste, dan ASEAN.

Scroll ke Bawah Terus Membaca Artikel
Example 300x600
Advertorial

Ordre des Palmes Académiques merupakan tanda kehormatan yang telah ada sejak masa Napoleon Bonaparte pada 1808. Gelar ini diberikan kepada tokoh yang berkontribusi besar dalam pendidikan, ilmu pengetahuan, dan kebudayaan. Sejumlah nama besar dunia pernah menerimanya, termasuk Marie Curie dan Léopold Sédar Senghor.

Dalam sambutannya, Dubes Penone menegaskan bahwa penghargaan ini adalah bentuk pengakuan atas kiprah Dr. Rikrik Kusmara sebagai seniman, pendidik, sekaligus penghubung budaya. “Melalui Anda, Prancis memberikan penghormatan kepada seorang pembangun ekosistem seni dan pendidikan di Indonesia,” ujarnya.

Kontribusi Dr. Rikrik Kusmara tidak hanya terbatas pada ruang akademik. Ia dikenal sebagai kurator yang aktif membentuk wajah seni kontemporer Indonesia. Salah satu tonggak penting kiprahnya adalah kerja sama antara Bandung dan Saint-Étienne, kota kreatif UNESCO di Prancis.

Dari kolaborasi tersebut lahirlah Material Library pertama di Indonesia di FSRD ITB, sebuah pusat transdisipliner yang mendokumentasikan material inovatif sekaligus warisan kriya Nusantara.

Selain itu, Dr. Rikrik juga menjalin kemitraan dengan berbagai institusi Prancis, seperti Université Paris 1 Panthéon-Sorbonne dan École Supérieure d’Art et Design Saint-Étienne, serta menjadi penggerak program Bandung–Saint-Étienne Design Cities.

Sejak masa mudanya, Dr. Rikrik telah akrab dengan kebudayaan Prancis melalui Centre Culturel Français (CCF) Bandung, kini dikenal sebagai Institut Français d’Indonésie (IFI). Pengalaman itu membentuk pandangannya bahwa seni adalah medium penting untuk membangun dialog lintas budaya.

Dalam kariernya, ia aktif menginisiasi berbagai program kreatif di Bandung, mulai dari Bandung Photography Triennale, Bandung Design Biennale, hingga kebangkitan kembali Pasar Seni ITB. Ia juga terlibat dalam pendirian Museum ITB yang dijadwalkan diresmikan pada Juli 2026.

Dr. Rikrik Kusmara adalah lulusan ITB, meraih gelar Sarjana Seni (1995), Magister Seni (1999), dan Doktor (2011). Sebelum menjabat sebagai Wakil Rektor periode 2025–2030, ia pernah menjadi Dekan FSRD ITB.

Dalam pernyataannya, ia menekankan bahwa penghargaan ini bukan hanya pencapaian pribadi, melainkan simbol persahabatan panjang antara Indonesia dan Prancis. “Nilai sejati kerja sama kebudayaan terletak pada penguatan institusi, peluang bagi generasi muda, serta penciptaan dampak sosial yang berkelanjutan,” ungkapnya.

example 325×300