KORANPUBLIKA.CO.ID|Bandung,– Eksistensi komunitas motor berbasis merek (branded club) di tanah air semakin menunjukkan taringnya. Salah satu yang paling konsisten menjaga solidaritas dan kultur berkendara adalah Benelli Owner Indonesia – Bandung Chapter ( BOI-Bandung). Berdiri sejak 8 Agustus 2016 di Ciloto, Puncak, komunitas yang awalnya hanya dipelopori oleh 12 orang ini, kini bertransformasi menjadi salah satu chapter terbesar di Indonesia dengan anggota menyentuh angka hampir 200 orang.
Ketua BOI Bandung Chapter, Erix Pratama Putra, mengungkapkan bahwa BOI kini telah menggurita dengan total 36 chapter yang tersebar di hampir seluruh kota di penjuru Nusantara.
”Chapter paling jauh dan yang paling muda saat ini ada di Maluku Utara (Malut), dan dalam waktu dekat kemungkinan akan segera berdiri juga di Sampit. Untuk Bandung sendiri merupakan chapter ke-8, dan saat ini jumlah anggotanya bisa dibilang paling banyak di antara chapter-chapter lainnya,” ujar Erik saat diwawancarai oleh wartawan Koranpublika.
BOI Bandung Chapter mengusung konsep keanggotaan yang segmented. Komunitas ini mewadahi seluruh pemilik produk sepeda motor yang berada di bawah naungan PT Benelli Motor Indonesia (BMI). Ada tiga merek global yang menjadi pilar utama komunitas ini, yaitu Benelli (asal Italia), Keeway (asal Hungaria), dan Morbidelli (asal Italia).

Erix menjelaskan, karakteristik anggota BOI sangat unik dan kental dengan kultur custom. Jarak usia anggotanya pun sangat dinamis, mulai dari yang paling muda berusia 18 tahun (syarat wajib memiliki SIM) hingga anggota paling senior yang telah menginjak usia 62 tahun.
”Segmen kita ini lebih ke anak custom. Setiap orang yang membeli unit Benelli, Keeway, atau Morbidelli, hampir pasti mereka melakukan custom pada motornya sesuai dengan culture yang berkembang saat ini. Jadi, karakter motornya sangat personal,” jelas Erix.
Menunggangi motor eropa yang eksklusif tentu memiliki tantangan tersendiri, terutama dalam hal perawatan dan ketersediaan suku cadang (spare part). Di sinilah peran krusial komunitas BOI Bandung Chapter dirasakan oleh para anggotanya.
Erix mengakui bahwa beberapa varian murni dari Benelli saat ini sudah banyak yang discontinue (tidak diproduksi lagi). PT BMI kini lebih banyak menggelontorkan varian-varian dari Keeway dan Morbidelli. Dampaknya, banyak anggota baru yang bergabung setelah membeli unit Benelli second (bekas) lalu memodifikasinya sendiri.
”Tujuan utama dibentuknya komunitas ini sebetulnya untuk sharing informasi seputar spare part yang memang terbilang langka (rare). Di komunitas, kita saling berbagi info substitusi komponen, misalnya kalau mau pakai ECU pabrikan Jepang, pakainya apa yang cocok,” tutur Erix.
Untuk urusan servis, selain memanfaatkan dealer resmi Benelli di kawasan Mohammad Toha, Bandung, para anggota BOI lebih sering mengandalkan street mechanic (bengkel jalanan) yang sudah bekerja sama dan memiliki keahlian khusus menangani mesin-mesin motor Italia. Menurut Erix, montir jalanan ini sering kali lebih kreatif dan komunikatif dalam mengulik mesin motor yang unik.
Selain rutin menggelar Kopdar (kopi darat) setiap hari Sabtu di YBF Resto, Jalan Buah Batu—yang dikelola oleh Bos Bubun, salah satu aktor serial populer Preman Pensiun—BOI Bandung Chapter juga aktif menggelar agenda touring jarak jauh lintas provinsi setahun sekali. Touring terakhir mereka ke Pangandaran sukses memboyong sekitar 85 motor dengan total 100 peserta.
Memasuki tahun 2026 ini, BOI Bandung Chapter tengah bersiap menyambut momentum bersejarah, yaitu perayaan hari jadi mereka yang ke-10 (1 Dekade). Acara besar ini rencananya akan digelar di Balai Kota Bandung pada pertengahan November 2026, dengan estimasi tanggal pelaksanaan di 14 November. Erix pun secara terbuka mengundang seluruh media massa untuk ikut meliput momentum tersebut.
Menutup perbincangan, Erix menegaskan bahwa BOI Bandung Chapter berkomitmen menjaga lingkungan komunitas yang sehat tanpa ada sekat pembatas antar-anggota.
”Di kita komitmen, tidak ada istilah junior dan senior, tidak ada ospek, dan tidak ada perpeloncoan. Semua sama. Harapan saya, para pengguna Benelli, Keeway, atau Morbidelli di Bandung jangan ragu untuk bergabung. Mari kita jalin silaturahmi, cari dulur-duluran (persaudaraan), main bareng, dan sunmori bareng tanpa ribet,” pungkas Erix.









