Scroll ke Bawah Membaca Artikel
DaerahEkonomiGaya HidupNasionalNewsRagam

Tembus Ratusan Triliun, AstraPay Dorong Digitalisasi UMKM di Jawa Barat

730
×

Tembus Ratusan Triliun, AstraPay Dorong Digitalisasi UMKM di Jawa Barat

Sebarkan artikel ini
Chief Executive Officer (CEO) AstraPay, Rina Apriana.

KORANPUBLIKA.CO.ID|Bandung,- Perkembangan sistem digital membawa perubahan besar dalam aktivitas keuangan masyarakat. Transaksi kini menjadi lebih simpel, mudah, cepat, efektif, efisien, transparan, dan aman. Tren positif ini mendorong kemunculan berbagai platform transaksi cashless berbasis digital, salah satunya adalah AstraPay, platform di bawah naungan PT Astra International Tbk, Jumat(10/7/2026).

Dalam acara Media Gathering & Workshop yang digelar di Bandung, Chief Executive Officer (CEO) AstraPay, Rina Apriana, mengungkapkan bahwa Jawa Barat (Jabar) menjadi salah satu wilayah dengan pertumbuhan pengguna paling masif di Indonesia.

Scroll ke Bawah Terus Membaca Artikel
Example 300x600
Advertorial

“Hingga kini, kami mendata ada sekitar 17,5 juta orang yang tercatat sebagai users AstraPay di Jawa Barat. Secara persentase, jumlah tersebut berkontribusi sekitar 15 hingga 20 persen dari total level nasional,” ujar Rina kepada awak media.

Pertumbuhan jumlah pengguna yang masif ini berbanding lurus dengan volume transaksi yang tercatat di platform mereka. “Jumlah transaksinya, berdasarkan data yang kami miliki, sudah mencapai sekitar 300 juta kali transaksi, dengan nominal yang menembus lebih dari Rp150 triliun,” tandas Rina.

Rina menjelaskan, pengguna AstraPay datang dari latar belakang yang sangat beragam, termasuk para pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM). Menurutnya, sistem transaksi digital memberikan dampak yang sangat positif bagi keberlangsungan bisnis berskala lokal ini.

Melalui pola pembayaran digital, para pelaku UMKM dapat meminimalisasi risiko keamanan, seperti peredaran uang palsu. Selain itu, pencatatan keuangan menjadi jauh lebih akurat, transparan, efektif, dan efisien.

“Yang tidak kalah penting, pola transaksi digital juga bisa memperluas jaringan pasar sekaligus memperkuat daya saing UMKM,” tambah Rina.

Melihat potensi besar tersebut, AstraPay berkomitmen untuk menjadikan sektor ini sebagai fokus perluasan pasar ke depan, “UMKM memang menjadi fokus pengembangan kami. Ini bukan hanya soal bisnis semata, melainkan bentuk support nyata kami agar mereka bisa lebih berdaya saing,” tegasnya.

Langkah AstraPay membidik sektor UMKM sejalan dengan data yang dikantongi oleh Bank Indonesia. Pada kesempatan yang sama, Kepala Bank Indonesia (BI) Kantor Perwakilan (KPw) Bandung, Naniek Sekarningsih, menambahkan bahwa transformasi digital di Jawa Barat berjalan sangat lancar, yang tecermin dari tingginya penggunaan instrumen pembayaran non-tunai seperti Quick Response Code Indonesian Standard (QRIS).

Naniek membeberkan bahwa sektor usaha mikro menjadi penggerak utama sekaligus pengguna terbanyak dalam adopsi sistem pembayaran digital ini.

“Di Jawa Barat, khusus untuk sektor UMKM, mereka adalah user terbanyak dengan persentase mencapai 65 persen. Sementara itu, 28 persen lainnya berada di sektor usaha kecil dan menengah,” tutup Naniek.

example 325×300