KORANPUBLIKA.CO.ID|Bogor,- Nur Dwi Alfia, anak kedua dari tiga bersaudara, tumbuh di lingkungan pasar Cileungsi. Ayahnya bekerja sebagai tukang parkir, sementara ibunya membuka warung kopi di pasar tersebut. Sehari-hari, Dwi terbiasa membantu orang tuanya berjualan dan menjaga parkir. Kehidupan sederhana itu berubah pada tahun 2022 ketika ia mengikuti program ekstrakurikuler pencak silat di SDN Rawa Endah.
Semangat Dwi semakin tumbuh setelah bertemu dengan pelatihnya, Kak Hadid Athoiriq. Dengan disiplin tinggi, ia berlatih rutin hingga akhirnya terpilih mewakili sekolah dalam ajang O2SN tingkat Kecamatan Cileungsi tahun 2023. Meski baru pertama kali bertanding, Dwi berhasil meraih juara 1. Namun, karena perubahan kategori lomba, ia tidak dapat melanjutkan ke tingkat kabupaten. Hal itu tidak membuatnya patah semangat. Bersama pelatih, Dwi terus mengikuti berbagai pertandingan dan berhasil mengoleksi 15 medali emas serta 2 perak dalam kurun waktu tiga tahun.

Kini, Dwi melanjutkan pendidikan di SMP PGRI Surya Kencana Cileungsi dengan beasiswa penuh berkat prestasinya. Kepercayaan dari sekolah menjadi motivasi besar baginya untuk terus berprestasi. Tahun ini, ia kembali mencatat sejarah dengan meraih juara 1 tingkat Kabupaten Bogor dan lolos ke tingkat Provinsi Jawa Barat. Pada ajang O2SN Jawa Barat, 8–9 Juli 2026, Dwi berhasil finis di posisi ke-4 — pencapaian terbaik Kabupaten Bogor dalam kategori seni jurus tunggal.

Dwi saat ini rutin berlatih di bawah bimbingan Coach Hadid di Cileungsi Silat Academy (CSA), club yang telah banyak melahirkan atlet berkualitas. Ia memiliki cita-cita besar: bertemu dengan idolanya, Puspa Arum Sari, menjadi juara nasional tingkat pelajar, hingga bergabung dengan pelatnas Indonesia. Lebih jauh lagi, Dwi ingin mengabdi sebagai polwan sembari tetap membawa kebanggaan sebagai atlet nasional.
Semoga perjalanan Nur Dwi Alfia terus menginspirasi dan membuahkan prestasi gemilang bagi keluarga, sekolah, club, serta Kabupaten Bogor.









