Scroll ke Bawah Membaca Artikel
DaerahEkonomiGaya HidupInfotainmentNasionalNewsRagam

Adaptasi Resmi “Munafik-Melawan Iblis” dari Malaysia, Kini Mengguncang Perfilman Indonesia

679
×

Adaptasi Resmi “Munafik-Melawan Iblis” dari Malaysia, Kini Mengguncang Perfilman Indonesia

Sebarkan artikel ini
Pemeran Film Munafik (kiri ke kanan), Donny Damara, Widi Dwinanda, Faqih Alaydrus, Arya Saloka saat acara konferansı Pers didepan anak media.

KORANPUBLIKA.CO.ID|Jakarta,- Industri perfilman Tanah Air kembali dihadiri proyek besar berskala internasional. Unlimited Production secara resmi mengumumkan produksi film horor terbarunya yang berkolaborasi dengan Skop Productions (Malaysia), Legacy Pictures, A&Z Films, dan Komet Production, berjudul “MUNAFIK – Melawan Iblis”, Minggu(26/7/2026).

Film ini merupakan adaptasi resmi dari film horor fenomenal asal Malaysia, Munafik, yang sukses besar di Asia Tenggara. Disutradarai oleh sutradara kenamaan Guntur Soeharjanto dan diproduseri oleh Oswin Bonifanz, film ini menjanjikan pengalaman horor religi yang intens, penuh teror psikologis, dan mendalam secara emosional.

Scroll ke Bawah Terus Membaca Artikel
Example 300x600
Advertorial

Produser Unlimited Production, Oswin Bonifanz, mengungkapkan alasannya membawa kisah ini ke Indonesia. Menurutnya, pesan moral dan kedalaman cerita Munafik sangat relevan dengan masyarakat Indonesia.

“Film Munafik bukan sekadar jualan teror atau melompatnya sosok hantu di layar (jump scare), melainkan pertarungan batin antara iman, duka, dan sifat kemunafikan manusia. Kami bekerja sama langsung dengan Skop Production dari Malaysia untuk memastikan ruh asli dari film ini tetap terjaga, namun disajikan dengan cita rasa sinematik yang relevan untuk penonton Indonesia,” ujar Oswin Bonifanz saat ditemui di Jakarta.

Sutradara Guntur Soeharjanto menambahkan bahwa film ini akan menggali sisi penderitaan manusia ketika berada di titik terendah imannya.

“Fokus utama kami adalah membawa penonton menyelami konflik emosional Ustadz Adam. Bagaimana seorang peruqyah hebat justru berada di persimpangan jalan saat imannya diuji oleh kehilangan yang tragis. Kami mengemas teror gaib ini berpadu dengan atmosfer mistis desa pesisir yang kental,” jelas Guntur Soeharjanto.

Karakter utama Ustadz Adam dipercayakan kepada aktor Arya Saloka. Karakter Adam digambarkan sebagai pria saleh ahli ruqyah yang hidupnya hancur setelah sang istri, Aini (Widi Dwinanda), tewas dalam kecelakaan misterius pasca-ruqyah yang ia lakukan pada seorang gadis bernama Mutia (Annisa Hertami). Kejadian itu membuatnya kehilangan arah, berhenti meruqyah, dan mempertanyakan keadilan Tuhan.

“Peran Ustadz Adam ini sangat berat secara emosional. Ia bukan karakter heroik yang sempurna. Dia manusia biasa yang hancur karena duka dan dendam, hingga imannya sendiri goyah. Proses pendalaman karakter ini menuntut saya memahami sisi psikologis seorang ahli ruqyah yang berhadapan dengan keraguan imannya sendiri,” ungkap Arya Saloka.

Sementara itu, aktris Acha Septriasa dipercaya memerankan tokoh Fitri, seorang perempuan yang berjuang menjadi religius setelah kematian ibunya, namun justru menjadi target teror gaib mengerikan yang membuka celah bagi iblis untuk masuk.

“Karakter Fitri sangat kompleks. Dia berada dalam kondisi psikologis yang rapuh dan mengalami fase denial serta kemarahan pada keadaan. Perubahan emosi dari trauma biasa hingga puncaknya saat mengalami kerasukan membutuhkan energi yang sangat besar. Ini salah satu peran paling menantang yang pernah saya ambil,” kata Acha Septriasa.

Konflik semakin memuncak ketika Fitri terancam bahaya dan hanya Adam yang dianggap mampu menolongnya. Di saat bersamaan, Adam mulai menyadari bahwa kecelakaan istrinya dan teror yang dialami Fitri bukanlah kebetulan belakangan, melainkan bagian dari ikatan perjanjian terkutuk yang melibatkan sosok misterius di desa tersebut, Hj. Zulfa, yang diperankan oleh Nova Eliza.

“Karakter Hj. Zulfa menyimpan rahasia kelam desa itu yang sudah berlangsung lama. Menjadi bagian dari plot twist cerita ini sungguh menarik karena peran saya menjadi kunci dari teka-teki ritual iblis yang ada di cerita,” tutur Nova Eliza.

Selain Arya Saloka, Acha Septriasa, dan Nova Eliza, film ini juga didukung oleh jajaran aktor papan atas lainnya, termasuk Dimas Aditya (sebagai Anwar), Donny Damara (Haji Mansur), Faqih Alaydrus (Amir), Widi Dwinanda (Aini), Annisa Hertami (Mutia), serta penampilan dari Izabel Jahja dan Oce Permatasari.

Film “MUNAFIK – Melawan Iblis” dijadwalkan masuk ke tahap produksi dalam waktu dekat dan ditargetkan tayang di seluruh jaringan bioskop Indonesia. Penonton akan diajak menyaksikan pertarungan terbesar Adam: bukan sekadar melawan iblis yang merasuki manusia, melainkan melawan keraguan di dalam dadanya sendiri.

example 325×300