Scroll ke Bawah Membaca Artikel
DaerahEkonomiInternasionalNasionalNewsRagam

Bupati Garut: Garut International Kite Festival Jadi Penggerak Pariwisata dan Ekonomi Daerah

454
×

Bupati Garut: Garut International Kite Festival Jadi Penggerak Pariwisata dan Ekonomi Daerah

Sebarkan artikel ini
Farewell Dinner bersama peserta Garut International Kite Festival di Pujasega Bale Tingtrim, Kecamatan Tarogong Kaler, Kabupaten Garut, Minggu malam (2/8/2026).

KORANPUBLIKA.CO.ID|Garut,- Bupati Garut, Abdusy Syakur Amin, mengapresiasi suksesnya penyelenggaraan Garut International Kite Festival 2026 yang dinilai mampu menjadi penggerak sektor pariwisata sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi daerah.

Apresiasi tersebut disampaikan Bupati Garut saat menghadiri Farewell Dinner bersama peserta Garut International Kite Festival 2026 di Pujasega Bale Tingtrim, Kecamatan Tarogong Kaler, Kabupaten Garut, Minggu malam (2/8/2026). Kegiatan tersebut diselenggarakan oleh Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) BPC Kabupaten Garut.

Scroll ke Bawah Terus Membaca Artikel
Example 300x600
Advertorial

Dalam sambutannya, Bupati menyampaikan rasa bangga dan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah berkolaborasi menyukseskan penyelenggaraan festival bertaraf internasional tersebut.

“Merupakan kebahagiaan kehormatan bagi saya bisa hadir disini mewakili Pemerintah Kabupaten Garut menyampaikan rasa terima kasih kami, alhamdulilah kegiatan Festival Internasional Layang-layang Kabupaten Garut berlangsung dengan sukses, baik, meskipun juga tentu saja ada hal yang harus kita perbaiki tapi hal yang kecil, dan menurut saya itu hal yang wajar, yang terjadi ketika kita pertama kali melakukan event yang sangat besar,” ucapnya.

Bupati menambahkan, Pemerintah Kabupaten Garut menaruh perhatian besar terhadap penyelenggaraan festival budaya dan pariwisata yang mampu memberikan dampak positif bagi pertumbuhan ekonomi daerah. Oleh karena itu, Pemkab Garut berkomitmen untuk terus mendorong dan memfasilitasi penyelenggaraan kegiatan serupa di berbagai wilayah Kabupaten Garut.

“Perlu saya sampaikan, bahwa beberapa hari yang lalu kami memanggil pengelola TWA Papandayan, perlu disampaikan bahwa kami sangat concern terhadap kegiatan-kegiatan festival budaya yang mendorong terhadap pertumbuhan bidang pariwisata, saya harap ke depan juga ada kegiatan-kegiatan yang kita dorong bersama,” ujar Abdusy Syakur Amin.

Pelaksanaan festival di kawasan pedesaan tersebut juga memberikan dampak positif bagi masyarakat setempat. Kepala Desa Kramatwangi, Rana Kurnia, menyebut penyelenggaraan event bertaraf internasional itu menjadi kebanggaan bagi warga desa sekaligus para petani di wilayahnya.

“Saya melihat ini sebagai sebuah karya kita semua, karena ini banyak sekali pihak-pihak yang terlibat dari mulai masyarakat, alhamdulilah masyarakat kami dari desa khususnya ternyata alhamdulilah kami bisa menyelenggarakan event kelas dunia,” ungkapnya.

Ia menilai keberhasilan tersebut membuktikan bahwa kawasan pegunungan di Kabupaten Garut memiliki potensi besar menjadi tuan rumah berbagai ajang internasional dan diharapkan dapat terus berkembang di berbagai wilayah Garut.

Apresiasi juga datang dari para peserta mancanegara. Massimo Dall’Aglio, pelayang asal Italia, mengaku terkesan dengan kualitas penyelenggaraan festival serta keramahan masyarakat Garut.

The festival of Garut was very good organized, but really everything was very good organized, it was very nice people in the field was amazing. How the child looked at us, it was really, really emotional (Festival di Garut terorganisir dengan sangat baik, sungguh semuanya diatur dengan sangat baik dan menyenangkan. Orang-orang di lokasi acara juga luar biasa. Cara anak-anak menatap kami, itu benar-benar menyentuh emosi),” ucap Massimo.

Massimo menceritakan keseriusan timnya dari Italia dalam mengikuti festival dengan membawa peralatan layang-layang berbobot sekitar 20 kilogram per orang atau total 60 kilogram untuk tiga peserta.

Meski sempat menghadapi kendala minimnya hembusan angin, kondisi yang lazim terjadi dalam festival layang-layang di berbagai negara, para peserta tetap menikmati jalannya kegiatan dengan menggunakan layang-layang yang lebih ringan. Ia juga berharap penyelenggaraan tahun mendatang dapat mempertimbangkan lokasi dengan kondisi angin yang lebih stabil.

Keberhasilan Garut International Kite Festival 2026 semakin memperkuat langkah Kabupaten Garut dalam mewujudkan visi “Garut Menjangkau Dunia” melalui pengembangan sektor pariwisata, kebudayaan, dan pemberdayaan masyarakat lokal.

example 325×300