KORANPUBLIKA.CO.ID|Bandung,- Perguruan tinggi terus mendorong penguatan kapasitas usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) melalui penerapan ilmu pengetahuan, inovasi manajemen, dan pemanfaatan teknologi digital. Salah satunya dilakukan oleh tim dosen Politeknik LP3I melalui Program Pemberdayaan Kemitraan Masyarakat (PKM) bersama UMKM Zhafirah Nusaibah Hijab di Panenjoan, Kecamatan Cicalengka, Kabupaten Bandung.
Program PKM tersebut mengusung tema “Membangun Keunggulan Kompetitif UMKM Hijab melalui Inovasi Manajemen dan Produksi Berbasis Digital”. Program ini didanai oleh Direktorat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat, Direktorat Jenderal Riset dan Pengembangan, Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi.
Program dilaksanakan oleh tim dosen Politeknik LP3I dengan Lulu Ulfa Sholihannisa, S.Pd., M.Pd., M.M. sebagai ketua tim. Ia didampingi oleh anggota tim, yaitu Hadiansyah Ma’sum, S.Pd., S.T., M.Kom. dan Santi Widiawati, S.Pd., M.Ak.
Kegiatan pendampingan dilaksanakan dalam dua tahap, yakni pada Kamis, 30 Juli 2026 dan Rabu, 5 Agustus 2026. Kegiatan tersebut difokuskan pada penguatan manajemen produksi, pengelolaan biaya produksi, manajemen bisnis, serta pemanfaatan e-commerce dan sistem informasi manajemen dalam mendukung pengembangan UMKM hijab.
Kegiatan diawali dengan sambutan dari Owner Zhafirah Nusaibah Hijab, Kartina Siti Hajar, S.I.Kom. Ia menyampaikan apresiasi atas pelaksanaan program pemberdayaan yang memberikan pendampingan langsung sesuai dengan kebutuhan pengembangan usaha.
Dalam rangkaian pendampingan, Lulu Ulfa Sholihannisa, S.Pd., M.Pd., M.M. memberikan materi mengenai Manajemen Produksi. Materi tersebut diarahkan untuk membantu mitra memahami pentingnya perencanaan produksi, pengendalian proses produksi, efisiensi penggunaan sumber daya, hingga peningkatan kualitas produk hijab.
Penguatan aspek keuangan diberikan oleh Santi Widiawati, S.Pd., M.Ak. melalui materi Manajemen Keuangan Biaya Produksi UMKM Hijab. Pelaku usaha diberikan pemahaman mengenai bagaimana menghitung dan mengendalikan biaya produksi secara lebih sistematis sehingga dapat membantu menentukan harga jual, memperkirakan keuntungan, serta menjaga keberlanjutan usaha.
Sementara itu, Yuyun Taufik, S.Pd., M.Si. memberikan materi Manajemen Bisnis UMKM. Materi ini membahas pentingnya tata kelola usaha yang baik sebagai fondasi bagi UMKM untuk berkembang dan menghadapi persaingan pasar yang semakin kompetitif.
Transformasi digital menjadi salah satu fokus utama dalam program tersebut. Hadiansyah Ma’sum, S.Pd., S.T., M.Kom.memberikan materi mengenai E-Commerce dan Sistem Informasi Manajemen Hijab (SIM HIJAB).
Melalui materi tersebut, mitra diperkenalkan pada pemanfaatan teknologi digital untuk mendukung pengelolaan bisnis dan pemasaran produk. Pengembangan E-Commerce dan SIM HIJAB diharapkan dapat membantu UMKM dalam mengelola informasi produk, transaksi, pelanggan, serta aktivitas bisnis secara lebih terintegrasi.
Pendekatan digital tersebut menjadi bagian penting dalam membangun keunggulan kompetitif UMKM. Digitalisasi tidak hanya diarahkan untuk memperluas pemasaran melalui internet, tetapi juga untuk meningkatkan efisiensi proses bisnis dan membantu pelaku usaha mengambil keputusan berdasarkan informasi yang lebih terstruktur.
Ketua tim PKM Politeknik LP3I, Lulu Ulfa Sholihannisa, mengatakan bahwa program ini diharapkan memberikan dampak nyata bagi pengembangan Zhafirah Nusaibah Hijab.
“Kami berharap setelah mengikuti program PKM ini, mitra dapat meningkatkan keunggulan kompetitif UMKM hijab melalui inovasi manajemen dan produksi berbasis digital. Tidak hanya dari sisi pemasaran, tetapi juga bagaimana proses produksi, pengelolaan keuangan, dan manajemen bisnis dapat dilakukan secara lebih efektif dan profesional,” ujar Lulu.
Menurut Lulu, UMKM memiliki potensi besar untuk berkembang apabila didukung dengan tata kelola yang baik dan pemanfaatan teknologi yang sesuai dengan kebutuhan usaha.
“Digitalisasi harus memberikan manfaat nyata bagi UMKM. Karena itu, pendampingan kami tidak hanya berfokus pada penggunaan teknologi, tetapi juga memperkuat fondasi manajemen dan produksi agar teknologi yang diterapkan benar-benar mendukung perkembangan usaha,” katanya.
Program PKM tersebut menjadi salah satu bentuk kontribusi perguruan tinggi dalam memperkuat ekosistem UMKM melalui kolaborasi antara akademisi dan pelaku usaha. Pendampingan diharapkan tidak berhenti pada kegiatan pelatihan, tetapi dapat dilanjutkan melalui penerapan pengetahuan dan teknologi dalam aktivitas usaha sehari-hari.
Zhafirah Nusaibah Hijab sebagai mitra program diharapkan mampu memanfaatkan hasil pendampingan untuk meningkatkan kualitas pengelolaan usaha, efisiensi produksi, ketepatan penghitungan biaya, serta memperluas jangkauan pemasaran melalui kanal digital.
Melalui integrasi manajemen produksi, manajemen keuangan, manajemen bisnis, e-commerce, dan Sistem Informasi Manajemen Hijab, program tersebut diharapkan dapat mendorong Zhafirah Nusaibah Hijab menjadi UMKM yang semakin adaptif terhadap perkembangan teknologi dan memiliki daya saing yang lebih kuat.
Lebih jauh, program pemberdayaan ini diharapkan dapat menjadi model pengembangan UMKM hijab berbasis digital yang dapat direplikasi pada pelaku usaha lainnya. Dengan penguatan kapasitas manajemen dan pemanfaatan teknologi, UMKM lokal diharapkan mampu meningkatkan produktivitas, memperluas pasar, serta membangun merek yang lebih kuat di tengah persaingan industri fesyen muslim yang terus berkembang.
Program tersebut sekaligus mempertegas peran perguruan tinggi dalam memberikan kontribusi langsung kepada masyarakat melalui penerapan ilmu pengetahuan, teknologi, dan inovasi untuk memperkuat kemandirian dan daya saing UMKM Indonesia.










