KORANPUBLIKA.CO.ID|Tasikmalaya,- Wakil Wali Kota Tasikmalaya Rd. Dicky Candranegara sering disapa Kang Diky Candra menekankan pentingnya komunikasi dan kreativitas dalam membangun kedekatan antara Lapas Kelas IIB Tasikmalaya dengan masyarakat dan instansi terkait.
Hal tersebut disampaikan Kang Dicky Candra saat menghadiri kegiatan pisah sambut Kepala Pengamanan Lapas Kelas IIB Tasikmalaya di Kelurahan Empangsari, Kecamatan Tawang, Kota Tasikmalaya, Jumat(28/8/2026)Sore
Menurut Dicky, hubungan baik Lapas dengan masyarakat tidak lepas dari pola komunikasi yang efektif. Selain itu, kreativitas warga binaan juga menjadi bagian penting dalam proses pembinaan.
“Kalau kita lihat dan saksikan videonya, betapa Pak Yadi sudah sangat dekat dengan masyarakat. Salah satu kunci kedekatan dengan masyarakat dan instansi lainnya adalah pola serta sistem komunikasi yang baik,” ujar Dicky.
Ia mencontohkan kegiatan warga binaan seperti membuat kopi dan kegiatan produktif lainnya. “Jadi kuncinya ada dua K, yaitu kreativitas dan komunikasi,”katanya.
Dicky berharap Kepala Pengamanan Lapas yang baru, Dimas Aditya Naraharyya, dapat melanjutkan pola komunikasi dan kreativitas yang sudah dibangun sebelumnya.
Ia menilai warga binaan merupakan bagian dari masyarakat, baik dari Kota maupun Kabupaten Tasikmalaya. Karena itu program pembinaan harus diarahkan agar mereka memiliki bekal keterampilan saat kembali ke masyarakat.
Sementara itu, Yadi Suryaman yang menjabat Kapam Lapas sejak Desember 2020 hingga Agustus 2026 menyampaikan pesan perpisahan.
Selama bertugas, Yadi berupaya membangun koordinasi dengan berbagai pihak, tidak hanya di bidang keamanan tetapi juga pembinaan warga binaan.
“Pengamanan itu bukan hanya sekadar pengamanan fisik di balik jeruji, tetapi yang lebih utama adalah pengamanan hati. Kalau hatinya sudah kita kunci, insyaallah keberhasilan itu akan mengikuti,”ungkapnya.
Yadi bersyukur selama masa kepemimpinannya tidak terjadi gangguan keamanan berarti di Lapas Tasikmalaya.
“Selama ini keberhasilannya, untuk bagian pengamanan, terhitung aman. Tidak ada gangguan keamanan dan ketertiban,” katanya.
Ia menegaskan tugas yang dijalankan bukan untuk mengejar prestasi, melainkan bekerja dengan hati.
“Kami bekerja lillahi ta’ala, mengamankan Lapas Tasikmalaya dengan hati,”ujarnya.
Dimas Aditya Naraharyya yang kini resmi menjabat Kapam Lapas menyatakan akan segera melakukan adaptasi dan koordinasi dengan seluruh sektor di lingkungan lapas.
Ia berkomitmen melanjutkan program positif yang telah dijalankan Yadi. Untuk program yang masih perlu perbaikan, akan dievaluasi bersama.
“Yang sudah baik yang dilakukan Pak Yadi akan kita lanjutkan, sementara yang masih kurang baik akan kita benahi bersama-sama,”kata Dimas.
Menurutnya, keamanan tidak bisa dipisahkan dari pembinaan. Ke depan pihaknya akan lebih menonjolkan kegiatan pembinaan seperti olahraga dan program kemandirian.
“Keamanan itu tidak bisa berdiri sendiri tanpa program pembinaan. Mungkin kita akan lebih menonjolkan program pembinaan, seperti kegiatan olahraga maupun kegiatan kemandirian lainnya,” jelasnya.
Dimas juga siap berkoordinasi terkait persoalan di Lapas Tasikmalaya, termasuk kelebihan kapasitas dan rencana penataan serta renovasi lapas.
Ia berharap komunikasi dengan pemerintah daerah dan pusat terus berjalan agar persoalan dapat segera dicari solusinya.
Dengan pergantian ini, Dimas berharap sinergi antara Lapas Kelas IIB Tasikmalaya, pemerintah daerah, masyarakat, dan instansi terkait semakin kuat untuk menjaga keamanan sekaligus meningkatkan kualitas pembinaan warga binaan, “pungkasnya.















