KORANPUBLIKA.CO.ID|Tasikmalaya,- Gaung sholawat menggema. Ikatan Kyai Muda dan Pengusaha Tahu Kota Tasikmalaya menggelar peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW dengan cara berbeda. Tidak hanya ceramah, tapi langsung aksi nyata peduli umat.
Kegiatan akbar ini dirangkai dengan Bakti Sosial berupa pemberian santunan dan khitan massal. Acara berlangsung meriah dan penuh haru, berlangsung di Kampung Karawitan RT01/05, Kelurahan Mangkubumi, Kecamatan Mangkubumi Kota Tasikmalaya, Rabu(2/9/2026).
Sebanyak 50 orang jompo dan anak yatim piatu menerima santunan langsung dari panitia. Bantuan yang diberikan berupa paket sembako dan uang tunai agar bisa dimanfaatkan untuk kebutuhan sehari-hari.
Wajah-wajah para penerima tampak sumringah. Bagi mereka, bantuan ini sangat berarti di tengah himpitan ekonomi.
“Alhamdulillah, ini bentuk kepedulian kami di bulan Maulid. Kami ingin berbagi kebahagiaan dengan mereka yang membutuhkan, ” ujar Ketua IKM Ikhsan Tamil.

Selain santunan, kegiatan ini juga menghadirkan khitan massal gratis untuk 6 orang anak dari keluarga warga miskin.
Tim medis profesional diterjunkan untuk memastikan proses khitan berjalan aman, steril, dan tidak sakit. Orang tua pun merasa terbantu karena biaya khitan yang biasanya memberatkan kini bisa digratiskan.
Yang membuat kegiatan ini istimewa seluruh anggaran berasal dari swadaya masyarakat. Dana dikumpulkan dari Pengusaha, donatur, dan jamaah yang tergerak hatinya.
Tidak ada sepeser pun dana yang diambil dari APBD Pemkot Tasikmalaya, ini Murni gotong royong dan semangat berbagi.
“Kami ingin membuktikan bahwa Maulid itu bukan hanya peringatan. Tapi harus ada dampak langsung ke masyarakat. Dan ini kami lakukan dengan tenaga dan dana kami sendiri,”tegas dia.
Kegiatan tersebut dihadiri langsung oleh Wakil Walikota Tasikmalaya Rd Diky Candranegara. Kehadiran orang nomor dua di Pemkot ini menjadi bukti dukungan pemerintah terhadap inisiatif masyarakat.
Dalam sambutannya, Diky menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya dan bangga para Ikatan Kyai Muda dan Pengusaha. Ini adalah bukti nyata cinta kepada Rasulullah SAW yang diwujudkan dalam bentuk kepedulian sosial,”ucap Diky.
Ia menegaskan, kegiatan seperti ini adalah contoh kolaborasi yang ideal. Ulama bergerak, pengusaha mendukung, masyarakat merasakan manfaatnya.
“Pemerintah tugasnya memfasilitasi. Tapi yang luar biasa ini inisiatif dari masyarakat sendiri, tanpa menunggu anggaran pemerintah. Ini semangat yang harus kita jaga,” tambahnya.

Rangkaian acara Maulid diisi dengan tausyiah pembacaan sholawat Nabi, ceramah agama oleh para Kyai Muda, dan doa bersama untuk keselamatan Kota Tasikmalaya dan Indonesia.
Para penceramah mengajak jamaah untuk meneladani akhlak Rasulullah: dermawan, jujur, dan peduli kepada sesama. Pesan itu diperkuat dengan aksi Bakti Sosial yang baru saja dilakukan.
Pihaknya berharap kegiatan Maulid dan Bakti Sosial ini bisa menjadi agenda rutin setiap tahun. Targetnya, jumlah penerima manfaat terus bertambah.
Maulid tahun ini memberi pelajaran penting. Cinta kepada Nabi tidak cukup di lisan. Harus dibuktikan dengan tangan yang memberi, hati yang peduli, dan aksi yang nyata untuk umat.















