Scroll ke Bawah Membaca Artikel
DaerahEkonomiNasionalNewsRagam

Anak Muda di Tasik Gampang Akses Keuangan Digital, Tapi Buta Risiko, Pemkot dan OJK Turun Tangan Lewat Genius

802
×

Anak Muda di Tasik Gampang Akses Keuangan Digital, Tapi Buta Risiko, Pemkot dan OJK Turun Tangan Lewat Genius

Sebarkan artikel ini
Pemkot dan OJK Tasikmalaya Bergerak dalam Program Genius, Kamis(17/9/2026). (Foto:Krist)

KORANPUBLIKA.CO.ID|Tasikmalaya,– Kemudahan anak muda mengakses layanan keuangan digital ternyata belum sepenuhnya sejalan dengan kemampuan mereka memahami risiko dan mengambil keputusan finansial yang benar. Kondisi ini bikin miris dan menjadi perhatian serius.

Kondisi tersebut menjadi perhatian Pemerintah Kota Tasikmalaya bersama Otoritas Jasa Keuangan OJK Tasikmalaya melalui Program Gerakan Edukasi dan Keuangan Inklusif untuk Sekolah GENIUS.

Scroll ke Bawah Terus Membaca Artikel
Example 300x600
Advertorial

Program tersebut resmi dicanangkan bersamaan dengan Kick Off Bulan Inklusi Keuangan 2026 di Aula Bappelitbangda, Bale Kota Tasikmalaya. Pencanangan ini menjadi langkah konkret menyelamatkan generasi muda dari jerat salah kelola keuangan, Kamis(17/9/2026)

Wali Kota Tasikmalaya Viman Alfarizi Ramadhan mengatakan, perkembangan layanan keuangan digital yang pesat harus diikuti dengan peningkatan pemahaman masyarakat, terutama kalangan pelajar yang menjadi pengguna aktif teknologi digital.

“Yang jauh lebih penting adalah memastikan bahwa akses tersebut dibarengi dengan pengetahuan, kehati-hatian dan kemampuan mengambil keputusan yang benar,” kata Viman

Ia mengungkapkan data yang cukup mengkhawatirkan. Terdapat kesenjangan besar antara tingkat inklusi dan literasi keuangan pada kelompok usia 15-17 tahun. Indeks inklusi keuangan kelompok tersebut tercatat mencapai 89,13 persen, sedangkan indeks literasi keuangan hanya di angka 56,04 persen.

Menurut Viman, data tersebut menunjukkan bahwa akses terhadap produk dan layanan keuangan sudah sangat tinggi, tetapi pemahaman mengenai cara menggunakan layanan tersebut secara bijak masih sangat lemah dan perlu diperkuat.

“Jangan sampai anak-anak kita mudah mengakses layanan keuangan, tetapi belum memiliki bekal yang cukup untuk memahami manfaat, risiko maupun konsekuensinya,” ujarnya

Viman menilai GENIUS memiliki posisi penting dalam memperkuat program Tasik Pintar. Pendidikan bagi generasi muda, kata dia, tidak cukup hanya berorientasi pada pencapaian akademik di sekolah.

Pelajar juga perlu dibekali kemampuan menghadapi perkembangan teknologi, memahami pengelolaan keuangan, serta memiliki karakter yang kuat ketika berhadapan dengan berbagai pilihan finansial dan godaan pinjaman online.

“Kita ingin anak-anak Kota Tasikmalaya tumbuh menjadi generasi yang bukan hanya pintar di sekolah, tetapi juga pintar mengambil keputusan dalam kehidupan,” katanya.

Dalam pencanangan tersebut, turut dilakukan pengukuhan enam Duta Literasi Keuangan Guru Penggerak GENIUS OJK. Selain itu, pemerintah daerah dan pihak terkait menandatangani Komitmen Bersama Implementasi Program GENIUS OJK di Kota Tasikmalaya.

Keberadaan guru penggerak diharapkan dapat menjadi penghubung utama dalam memperluas edukasi keuangan di lingkungan sekolah. Materi literasi keuangan diharapkan tidak berhenti pada kegiatan seremonial, tetapi dapat diterapkan dalam aktivitas belajar maupun kehidupan sehari-hari para pelajar.

Viman menegaskan, keberhasilan program tersebut sangat bergantung pada keberlanjutan pelaksanaannya. Edukasi keuangan perlu dilakukan secara konsisten dan melibatkan lingkungan terdekat anak, terutama keluarga.

“Harapan kami, GENIUS tidak berhenti pada pencanangan hari ini. Program ini harus terus berjalan di sekolah dan kemudian diperkuat di lingkungan keluarga,” tutur Viman.

Dengan penguatan literasi keuangan sejak usia sekolah, pihaknya berharap generasi muda tidak hanya menjadi pengguna layanan keuangan digital, tetapi juga mampu menggunakannya secara aman, bijak dan bertanggung jawab untuk masa depan.

example 325×300