Scroll ke Bawah Membaca Artikel
DaerahEkonomiNasionalNewsRagam

DPRD Jabar Apresiasi Lulusan SMK Siap Kerja dan Penguatan Perlindungan Pekerja, Hasbullah Rahmad: Komisi V Siap Kawal Link and Match Dunia Pendidikan dan Industri

709
×

DPRD Jabar Apresiasi Lulusan SMK Siap Kerja dan Penguatan Perlindungan Pekerja, Hasbullah Rahmad: Komisi V Siap Kawal Link and Match Dunia Pendidikan dan Industri

Sebarkan artikel ini
Anggota DPRD Jawa Barat dari Fraksi PAN, H. M Hasbullah Rahmat, S.PD, M. Hum.

KORANPUBLIKA.CO.ID|Bandung,– Langkah Wakil Gubernur Jawa Barat Erwan Setiawan yang mendorong penyerapan lulusan Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) ke dunia kerja serta penguatan jaminan sosial ketenagakerjaan mendapat apresiasi dari DPRD Jawa Barat. Kebijakan ini dinilai sangat strategis untuk menekan angka pengangguran terbuka dan mencegah lahirnya kemiskinan ekstrem baru di Jawa Barat.

​Anggota Komisi V DPRD Jawa Barat sekaligus Ketua Fraksi Partai Amanat Nasional (PAN), H. M Hasbullah Rahmad, S.PD., M. Hum, menyambut baik arahan Wagub saat meresmikan bangunan baru SMK Fajar Mandala dan Masjid Jami Al-Fajar di Kabupaten Sumedang.

Scroll ke Bawah Terus Membaca Artikel
Example 300x600
Advertorial

​Bang Has menegaskan, Komisi V DPRD Jabar yang membidangi Pendidikan, Ketenagakerjaan, dan Kesejahteraan Rakyat sangat berfokus pada penyelarasan (link and match) antara kurikulum SMK dan kebutuhan dunia industri.

​”Pernyataan Pak Wagub Erwan Setiawan agar tidak ada lagi lulusan SMK yang menganggur sangat relevan dengan konsentrasi Komisi V. SMK didirikan memang untuk mencetak tenaga kerja siap pakai yang memiliki keterampilan tinggi, kedisiplinan, dan akhlak yang baik,” ujar Bang Has saat memberikan tanggapan, Kamis (24/9/2026).

​Politisi PAN tersebut mendorong Dinas Pendidikan Jabar dan Dinas Ketenagakerjaan di tingkat provinsi maupun kabupaten/kota untuk memperluas kerja sama (MOU) dengan kawasan-kawasan industri, termasuk ribuan pabrik yang beroperasi di wilayah Sumedang dan sekitarnya.

​”Penyerapan tenaga kerja lokal harus menjadi prioritas. Jangan sampai warga daerah industri hanya menjadi penonton. Fraksi PAN di DPRD Jabar siap mengawal kebijakan agar industri lokal wajib mengalokasikan kuota penerimaan tenaga kerja bagi lulusan SMK setempat,” tegas Legislator asal Dapil Kota Depok dan Kota Bekasi tersebut.

​Selain isu pendidikan dan ketenagakerjaan, Bang Has menyoroti pentingnya perlindungan jaminan sosial melalui BPJS Ketenagakerjaan bagi seluruh pekerja, baik sektor formal maupun informal. menurutnya, sinergi antara Pemprov dan Pemerintah Kabupaten/Kota dalam pendataan pekerja rentan seperti petani, pedagang, dan buruh sangat mendesak untuk dilanjutkan.

​”Perlindungan kecelakaan kerja dan jaminan kematian adalah bantalan sosial yang sangat vital. Jika kepala keluarga mengalami musibah saat bekerja, anak-anak mereka tidak boleh sampai putus sekolah. Ini merupakan salah satu kunci dalam memutus rantai kemiskinan di Jawa Barat,” lanjutnya.

​Bang Has juga menyampaikan apresiasi atas peran serta ASN Pemprov Jabar melalui Baznas Jabar dalam mendukung renovasi fasilitas pendidikan dan tempat ibadah seperti Masjid Jami Al-Fajar.

​”Kolaborasi antara penguatan kualitas pendidikan vokasi, jaminan sosial ketenagakerjaan, serta pembangunan karakter keagamaan adalah kombinasi utuh dalam membangun SDM Jawa Barat yang unggul dan berdaya saing,” pungkas Bang Has.

​Sebelumnya, Wakil Gubernur Jawa Barat Erwan Setiawan meresmikan bangunan baru SMK Fajar Mandala dan Masjid Jami Al-Fajar di Kabupaten Sumedang, Kamis (17/9/2026). Dalam kesempatan tersebut, Wagub meminta sekolah kejuruan menjalin kontrak kerja sama langsung dengan perusahaan agar para lulusannya dapat segera terserap di dunia kerja, di samping mendorong perlindungan BPJS Ketenagakerjaan bagi seluruh pekerja informal.

example 325×300