Scroll ke Bawah Membaca Artikel
DaerahEkonomiNasionalNewsPendidikanRagam

Kopi Silalabak Pangandaran Dikembangkan Jadi Wisata Edukasi Berbasis UMKM

801
×

Kopi Silalabak Pangandaran Dikembangkan Jadi Wisata Edukasi Berbasis UMKM

Sebarkan artikel ini
Peluncuran rumah Edukasi Kopi Silalabak di Desa Sidamulih, Kecamatan Sidamulih, Kabupaten Pangandaran, Jawa Barat, bersama Mahasiswa UNPAD.

KORANPUBLIKA.CO.ID|Pangandaran,- Rumah Edukasi Kopi Silalabak di Desa Sidamulih, Kecamatan Sidamulih, Kabupaten Pangandaran, Jawa Barat, resmi meluncurkan paket wisata edukasi kopi pada Jumat, 16 Oktober 2026.

Program ini menawarkan pengalaman belajar mulai dari mengenal perkebunan kopi hingga proses penyeduhan, sekaligus membuka alternatif wisata berbasis usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di Pangandaran.

Scroll ke Bawah Terus Membaca Artikel
Example 300x600
Advertorial

Kopi Silalabak di Desa Sidamulih dikembangkan menjadi destinasi wisata edukasi berbasis usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM). Inovasi ini diharapkan dapat memperluas pilihan wisata di Pangandaran sekaligus meningkatkan pemasaran produk kopi lokal.

Pemilik Rumah Edukasi Kopi Silalabak, Iis Sunisih (39), mengatakan wisata edukasi tersebut menawarkan pengalaman belajar mengenai kopi, mulai dari perkebunan, pengenalan jenis kopi Robusta dan Arabika, pengolahan biji, proses sangrai, hingga teknik penyeduhan.

“Bagi pelajar ataupun siapa pun yang ingin mengetahui tentang kopi dan perkebunannya, silakan datang. Kita akan berbagi pengetahuan tentang kopi dari proses awal sampai siap diseduh,” ujar Iis, Jum’at, 16 Oktober 2026.

Kopi Silalabak telah memproduksi kopi sangrai (roasted coffee) dan kopi bubuk sejak 2019. Adapun paket wisata edukasi secara resmi diluncurkan pada Jumat, 16 Oktober 2026.

Untuk memenuhi kebutuhan produksi, kopi Robusta diperoleh dari kebun milik sendiri yang dikelola bersama suaminya. Sementara itu, pasokan kopi Arabika berasal dari hasil kerja sama dengan petani di Kabupaten Garut dan Ciamis.

Iis menjelaskan, pengunjung dapat memilih paket wisata sesuai fasilitas dan kegiatan yang diinginkan. Harga paket tersebut berkisar Rp10.000 hingga Rp175.000.

Selain menjadi tempat produksi dan pembelajaran, Rumah Edukasi Kopi Silalabak juga menyediakan ruang bagi pengunjung untuk menikmati kopi.

Pengembangan wisata edukasi Kopi Silalabak mendapat pendampingan dari mahasiswa Program Studi di Luar Kampus Utama (PSDKU) Universitas Padjadjaran (Unpad) Pangandaran melalui program pengabdian kepada masyarakat Unpad Berdampak 2026.

Dosen penanggung jawab program, Nurul Mardhiah Sitio, S.AB., M.M., mengatakan pendampingan telah berlangsung sejak Juli 2026. Program tersebut difokuskan pada peningkatan kapasitas UMKM dalam mengembangkan pariwisata berbasis edukasi sekaligus memperkuat promosi melalui media digital.

Menurut Nurul, potensi pariwisata Pangandaran tidak hanya bertumpu pada pantai dan laut. Pengalaman wisata yang memadukan pembelajaran dengan aktivitas usaha masyarakat juga dapat dikembangkan sebagai daya tarik alternatif.

“Pangandaran memiliki potensi wisata yang tidak hanya bertumpu pada pantai dan laut, tapi juga dapat dikembangkan melalui pengalaman belajar yang melibatkan pelaku UMKM lokal,” ucapnya.

Pendampingan yang diberikan meliputi pengelolaan media sosial, pembuatan konten promosi, pemanfaatan teknologi kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI), serta pengembangan pemasaran melalui berbagai platform digital.

Melalui pengembangan tersebut, Kopi Silalabak diharapkan mampu memperluas jangkauan pasar, memperkenalkan proses pengolahan kopi kepada masyarakat, serta menjadi salah satu alternatif wisata edukasi yang memperkuat daya tarik Kabupaten Pangandaran.

example 325×300