KORANPUBLIKA.CO.ID|Cimahi,– Jajaran Wartawan Indonesia (JWI) DPD Kota Cimahi berkolaborasi dengan Dinas Kesehatan dan Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) Kota Cimahi menggelar kegiatan Journalist Charity di Aula Gedung Kestaria Kodim 0609 Cimahi, Kamis (22/10/2026).
Kegiatan yang mengusung semangat kepedulian sosial tersebut dikemas dalam dua sesi, yakni bakti sosial dan tausiah bertajuk “Ngaji Bareng Rocker”. Acara juga dimeriahkan dengan pertunjukan musik serta partisipasi pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM).
Pelaksanaan kegiatan mendapat dukungan dari sejumlah sponsor, di antaranya Rumah Zakat, Indofood, Sanbe Farma, dan Bank BJB.
Hadir dalam kegiatan tersebut Wali Kota Cimahi Letkol (Purn.) Ngatiyana, S.A.P., perwakilan Kodim 0609 Cimahi Kapten Erfan Suntoro, S.H., unsur Kejaksaan, Asisten Daerah I, Kepala Dinas Sosial, Kepala Dinas Pendidikan, para camat dan lurah se-Kota Cimahi, TP PKK Kota Cimahi, serta ratusan warga masyarakat.
Ketua Panitia sekaligus Ketua DPD JWI Kota Cimahi, Bubun Munawar, menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah mendukung terselenggaranya kegiatan tersebut.
Menurutnya, kolaborasi antara JWI, Pemerintah Kota Cimahi, Kodim 0609 Cimahi, dan para sponsor menjadi bukti pentingnya sinergi dalam menghadirkan kegiatan yang memberikan manfaat langsung bagi masyarakat.
“Apresiasi atas dukungan berbagai pihak, baik Pemerintah Kota Cimahi, Kodim 0609 Cimahi, maupun para sponsor yang peduli terhadap kegiatan sosial yang kami laksanakan. Sebagai insan profesional di bidang jurnalistik, jurnalis JWI senantiasa berupaya menyampaikan berita yang benar dan baik. Kami berharap kegiatan seperti ini dapat menjadi agenda kerja sama rutin sehingga manfaatnya semakin dirasakan masyarakat Kota Cimahi,” ujar Bubun.
Dalam sambutannya, Wali Kota Cimahi Ngatiyana mengapresiasi inisiatif JWI DPD Kota Cimahi yang menggelar Journalist Charity sebagai bentuk kepedulian sosial insan pers terhadap masyarakat.
Menurutnya, kegiatan tersebut menunjukkan bahwa di tengah kesibukan menjalankan tugas jurnalistik, wartawan tetap memiliki kepedulian untuk berbagi dan memberikan kontribusi nyata bagi lingkungan sekitar.
“Saya menilai inilah nilai positif yang perlu terus kita jaga dan pelihara. Di tengah kesibukan, rutinitas, dan tanggung jawab profesi, insan pers tetap memiliki ruang untuk memperkuat rasa kemanusiaan, kebersamaan, dan kepedulian terhadap masyarakat yang membutuhkan,” kata Ngatiyana.
Ia menegaskan bahwa media memiliki peran penting dalam mendukung penyelenggaraan pemerintahan melalui penyampaian informasi, kritik, dan masukan yang objektif serta berdasarkan fakta.
Menurutnya, kritik dan masukan dari media merupakan bahan evaluasi yang berharga bagi Pemerintah Kota Cimahi untuk meningkatkan kualitas pelayanan publik dan penyelenggaraan pemerintahan yang transparan, profesional, serta responsif terhadap kebutuhan masyarakat.
Ngatiyana mengingatkan bahwa perkembangan teknologi digital menghadirkan tantangan baru berupa meningkatnya risiko penyebaran informasi keliru dan berita bohong atau hoaks. Kondisi tersebut, menurutnya, menuntut insan pers untuk semakin mengedepankan profesionalisme, ketelitian, dan tanggung jawab dalam menjalankan tugas jurnalistik.
“Saya menekankan kepada seluruh insan media untuk senantiasa mengedepankan netralitas, independensi, dan tanggung jawab dalam menyajikan informasi kepada masyarakat sesuai fakta yang ada di lapangan,” tegasnya.
Ia menambahkan bahwa setiap informasi yang dipublikasikan harus melalui proses verifikasi yang memadai, disajikan secara berimbang, serta dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya.
Selain itu, media diharapkan tidak menyampaikan informasi yang tidak utuh, menyesatkan, atau berpotensi menimbulkan kesalahpahaman di tengah masyarakat.
Pada kesempatan tersebut, Ngatiyana juga mengajak insan pers dan Pemerintah Kota Cimahi menjadikan kegiatan Journalist Charity sebagai ruang dialog untuk mempererat komunikasi dan membangun sinergi yang sehat serta konstruktif.
Ia menegaskan bahwa hubungan baik antara pemerintah dan media tidak boleh dimaknai sebagai upaya menghilangkan independensi maupun sikap kritis pers. Sebaliknya, komunikasi yang terbuka dan profesional diperlukan agar media dapat menjalankan fungsi kontrol sosial secara objektif sekaligus menjadi mitra strategis dalam menyampaikan informasi kepada masyarakat.
“Eratnya kolaborasi ini bukan berarti menghilangkan sikap kritis media, tetapi justru membangun hubungan kerja yang sehat bagi kita semua,” ujarnya.
Melalui kegiatan Journalist Charity, diharapkan semangat kepedulian sosial di kalangan insan pers semakin berkembang. Selain memperkuat hubungan antara media, pemerintah, dan masyarakat, kegiatan tersebut juga menjadi pengingat bahwa peran jurnalis tidak hanya terbatas pada penyampaian informasi kepada publik, tetapi dapat diwujudkan melalui aksi nyata yang memberikan manfaat sosial bagi masyarakat.















