Scroll ke Bawah Membaca Artikel
DaerahEkonomiNasionalNewsRagam

Bank BJB Kehilangan Nahkoda Baru: Direktur Utama Yusuf Saadudin Meninggal Dunia

1066
×

Bank BJB Kehilangan Nahkoda Baru: Direktur Utama Yusuf Saadudin Meninggal Dunia

Sebarkan artikel ini
Direktur Utama Bank BJB, Yusuf Saadudin, meninggal dunia pada Jumat, 14 November 2025 pukul 00.30 WIB di Rumah Sakit Mayapada Bandung. Foto: Ist

KORANPUBLIKA.CO.ID|Bandung,- Dunia perbankan Indonesia berduka. Direktur Utama Bank BJB, Yusuf Saadudin, meninggal dunia pada Jumat, 14 November 2025 pukul 00.30 WIB di Rumah Sakit Mayapada Bandung. Almarhum tutup usia pada umur 52 tahun, Jumat(14/11/2025).

Yusuf Saadudin resmi dikukuhkan sebagai Direktur Utama Bank BJB dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) pada 16 April 2025. Sebelumnya, ia telah ditunjuk sebagai Pelaksana Tugas (Plt.) Direktur Utama sejak 11 Maret 2025, menggantikan Yuddy Renaldi yang mengundurkan diri.

Scroll ke Bawah Terus Membaca Artikel
Example 300x600
Advertorial

Pengangkatan Yusuf menandai hadirnya sosok “anak kandang” yang diharapkan membawa stabilitas dan kemajuan bagi bank daerah terbesar di Jawa Barat. Komisaris Utama Bank BJB kala itu, Taswin Zakaria, menegaskan bahwa kepemimpinan baru ini menjadi langkah penting menjaga operasional bank tetap solid di tengah dinamika hukum yang melibatkan mantan Direktur Utama.

Pria kelahiran Bandung tahun 1973 ini meniti karier dari bawah dan menghabiskan hampir seluruh perjalanan profesionalnya di Bank BJB. Dengan latar belakang pendidikan Sarjana Akuntansi (1999) dan Magister Hukum Ekonomi dan Bisnis (2015) dari Universitas Padjadjaran, Yusuf dikenal sebagai sosok yang berdedikasi dan berintegritas.

Perjalanan kariernya di Bank BJB antara lain:

  • Pemimpin Divisi KPR & KKB (2019–2021)
  • Pemimpin Divisi Kredit Konsumer (2021–2024)
  • Direktur Konsumer dan Ritel (2024–2025)
  • Plt. Direktur Utama (11 Maret 2025)
  • Direktur Utama (16 April 2025 – 14 November 2025)

Di bawah kepemimpinannya, Yusuf Saadudin berkomitmen melakukan pembenahan dan restrukturisasi perusahaan. Gubernur Jawa Barat sekaligus Pemegang Saham Pengendali, Dedi Mulyadi, menegaskan bahwa pengangkatan Yusuf didasarkan pada kompetensi dan profesionalisme, dengan harapan Bank BJB terus tumbuh sebagai bank daerah yang mampu melayani masyarakat dengan lebih baik.

Kepergian Yusuf Saadudin meninggalkan duka mendalam bagi keluarga besar Bank BJB dan dunia perbankan nasional. Dedikasi serta kiprahnya akan selalu dikenang sebagai teladan seorang pemimpin yang tumbuh dari dalam institusi dan mengabdikan hidupnya untuk kemajuan perusahaan.

example 325×300