Scroll ke Bawah Membaca Artikel
DaerahEkonomiNasionalNewsRagam

Ono Surono Apresiasi Komitmen Alih Komoditas Sawit di Jawa Barat

902
×

Ono Surono Apresiasi Komitmen Alih Komoditas Sawit di Jawa Barat

Sebarkan artikel ini
Wakil Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Jawa Barat Ono Surono apresiasi komitmen perusahaan dan petani dalam menghentikan penanaman kelapa sawit serta beralih ke komoditas tanaman lain yang lebih sesuai dengan karakter lahan di Jawa Barat.

KORANPUBLIKA.CO.ID|Kota Bandung,- Wakil Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Jawa Barat Ono Surono apresiasi komitmen perusahaan dan petani dalam menghentikan penanaman kelapa sawit serta beralih ke komoditas tanaman lain yang lebih sesuai dengan karakter lahan di Jawa Barat.

Ono Surono menyampaikan, berdasarkan hasil pengecekan di lapangan penanaman sawit yang baru dilakukan masih dalam tahap awal, yaitu sekitar 400 batang di lahan seluas 2,5 hektar dengan usia tanaman sekitar 5 bulan. Penanaman tersebut merupakan kerja sama antara perusahaan dan petani, di mana seluruh biaya mulai dari penanaman hingga perawatan ditanggung oleh perusahaan.

Scroll ke Bawah Terus Membaca Artikel
Example 300x600
Advertorial

“Kami sudah berdialog langsung dengan perusahaan dan petani. Alhamdulillah, perusahaan berkomitmen menjalankan Surat Edaran gubernur Jawa Barat terkait pelarangan penanaman sawit” jelas Ono Surono. Kota Bandung, Selasa (6/1/2026).

Ono menjelaskan, petani juga menyatakan kesediaannya untuk melakukan alih komoditas tanaman, dari sawit ke tanaman lain seperti mangga atau komoditas pertanian yang lebih sesuai dengan kondisi lingkungan Jawa Barat.

“Petani sepakat untuk beralih komoditas. Ini tentu patut kita apresiasi karena sejalan dengan upaya menjaga lingkungan dan kesesuaian karakter lahan di Jawa Barat” tuturnya.

Menurutnya, potensi penanaman sawit tidak hanya ditemukan di Cirebon, tetapi juga  terindikasi di sejumlah daerah lain seperti Kuningan dan Ciamis, dengan total luasan yang tercatat mencapai 4000 hektar. Namun, adanya surat edaran tersebut, penanaman sawit dapat diegah sejak dini.

“Mumpung belum terjadi penanaman secara masif, kita ingin memastikan komitmen bersama agar Jawa Barat tetap konsisten mengembangkan komoditas yang ramah lingkungan” tegasnya.

Sementara itu, Pemerintah Kabupaten Cirebon menyatakan kesiapan untuk menindaklanjuti kebijakan tersebut dengan menyiapkan tanaman pengganti. Pemda bersama DPRD dan pemerintah provinsi akan mengawasi proses alih komoditas agar berjalan sesuai dengan ketentuan dan mendukung kesejahteraan petani.

example 325×300