Scroll ke Bawah Membaca Artikel
DaerahNasionalNewsRagam

PMB Kota Batam Perkuat Tata Kelola Dakwah, Dorong Standarisasi Muballigh dan Ekspansi Dakwah Pulau

632
×

PMB Kota Batam Perkuat Tata Kelola Dakwah, Dorong Standarisasi Muballigh dan Ekspansi Dakwah Pulau

Sebarkan artikel ini
Perkumpulan Muballigh Kota Batam (PMB) menggelar silaturrahim dan pertemuan bulanan sebagai bagian dari upaya memperkuat tata kelola organisasi dan memantapkan arah dakwah pada periode kepengurusan 2025–2030.

KORANPUBLIKA.CO.ID|Batam,- Perkumpulan Muballigh Kota Batam (PMB) menggelar silaturrahim dan pertemuan bulanan sebagai bagian dari upaya memperkuat tata kelola organisasi dan memantapkan arah dakwah pada periode kepengurusan 2025–2030. Forum ini menjadi ajang strategis untuk menyatukan gagasan, memperkuat koordinasi, serta menegaskan komitmen PMB dalam menghadirkan dakwah yang berkualitas dan merata hingga ke wilayah pulau-pulau, Minggu(25/1/2026).

Pertemuan dipimpin langsung oleh Resdin Pasaribu selaku Ketua PMB Kota Batam. Hadir dalam kesempatan tersebut para pendiri PMB, yakni Dr. Zulkifli AKA, M.Si, Bustami, dan Syamsul Ibrahim. Turut hadir Aman, anggota DPRD Provinsi Kepulauan Riau sekaligus anggota Dewan Pakar PMB, Ukhroini Ali selaku Sekretaris PMB, Yusuf Subhan Wakil Ketua I, Ketua Dewan Masjid Kota Batam, serta seluruh pengurus PMB se-Kota Batam.

Scroll ke Bawah Terus Membaca Artikel
Example 300x600
Advertorial

Dalam sambutannya, Resdin Pasaribu menekankan bahwa pertemuan bulanan merupakan instrumen penting untuk menjaga konsistensi gerak organisasi. Sejumlah agenda utama yang dibahas meliputi pembenahan kantor sekretariat PMB, penguatan program ceramah ke pulau-pulau, serta perencanaan agenda dakwah pasca-Ramadhan yang akan menyasar wilayah Belakang Padang.

Menurutnya, dakwah kepulauan harus dilaksanakan dengan pendekatan empati dan pelayanan sosial, sehingga kehadiran muballigh benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat.

Resdin Pasaribu menegaskan bahwa muballigh yang ditugaskan ke pulau-pulau tidak datang untuk memberatkan masyarakat, melainkan membawa perhatian, kepedulian, dan nilai-nilai pencerahan. Ia juga menyampaikan komitmen kepengurusan untuk menjaga eksistensi PMB agar tetap solid dan adaptif terhadap kebutuhan umat, sejalan dengan dinamika sosial Kota Batam.

Arahan pembinaan disampaikan oleh Dr. Zulkifli AKA, M.Si selaku pendiri PMB. Ia menyoroti pentingnya penguatan kelembagaan melalui keberadaan kantor sekretariat yang layak dan representatif sebagai pusat koordinasi dakwah. Dr. Zulkifli menyambut baik kesiapan para muballigh untuk turun langsung berdakwah ke pulau-pulau yang selama ini sangat mengharapkan kehadiran para dai. Ia mendorong agar dakwah juga menjadi sarana untuk mengangkat persoalan-persoalan sosial masyarakat pulau, termasuk pembinaan generasi muda.

Dalam pertemuan tersebut, Dewan Pendiri PMB juga memaparkan rencana penyusunan buku panduan ceramah Ramadhan yang akan melibatkan Ketua PMB tingkat kecamatan. Buku ini dirancang memuat tema ceramah dari awal hingga akhir Ramadhan agar para muballigh memiliki rujukan yang terstruktur, fokus, dan saling berkesinambungan.

Sementara itu, Aman selaku anggota DPRD Provinsi Kepulauan Riau dan anggota Dewan Pakar PMB memberikan apresiasi atas konsistensi PMB dalam melakukan konsolidasi bulanan. Ia menilai PMB Kota Batam sebagai organisasi dakwah dengan kualitas sumber daya manusia yang menonjol. Aman menekankan bahwa muballigh harus memiliki kecerdasan spiritual yang kuat sekaligus kemampuan konseptual yang matang. Ia juga mendorong agar ke depan rekrutmen anggota PMB dilakukan melalui mekanisme seleksi yang jelas, termasuk uji kompetensi, uji kelayakan, dan uji kepatutan.

Pandangan mengenai peningkatan kualitas muballigh turut disampaikan oleh Bustami selaku pendiri PMB. Ia menilai bahwa profesionalisme muballigh perlu dibangun melalui penguatan kompetensi dan kesiapan mental. Bustami menyoroti masih adanya muballigh yang merasa grogi ketika berhadapan dengan senior saat bertugas, dan menyarankan agar hubungan yang baik dengan senior dibangun sebagai bagian dari proses pembelajaran dan penguatan kepercayaan diri.

Senada dengan itu, Syamsul Ibrahim selaku pendiri PMB menegaskan pentingnya seleksi ketat dalam penerimaan anggota baru. Menurutnya, proses seleksi diperlukan untuk menjaga marwah organisasi dan memastikan setiap muballigh yang bergabung benar-benar memiliki kapasitas keilmuan, etika dakwah, dan komitmen pengabdian.

Melalui silaturrahim dan pertemuan bulanan ini, PMB Kota Batam menegaskan arah barunya dalam membangun dakwah yang terkelola dengan baik, berorientasi pada kualitas muballigh, serta menjangkau masyarakat hingga ke wilayah kepulauan. Dengan dukungan para pendiri, pengurus, dan seluruh anggota, PMB optimistis dapat terus berkontribusi dalam pembinaan umat dan penguatan kehidupan keagamaan di Kota Batam.

example 325×300