Scroll ke Bawah Membaca Artikel
DaerahGaya HidupNasionalNewsRagam

Momentum Penjemputan Muspasme Ke VIII di Komopa Aradide Dimaknai dengan Tradisi Budaya Meepago

930
×

Momentum Penjemputan Muspasme Ke VIII di Komopa Aradide Dimaknai dengan Tradisi Budaya Meepago

Sebarkan artikel ini
Momentum penjemputan Muspasme Ke VIII di Kampung Komopa, Distrik Aradide, Kabupaten Paniai, dimaknai sebagai ajang pelestarian tradisi budaya Meepago.

KORANPUBLIKA.CO.ID|Aradide Paniai, Papua Tengah,- Momentum penjemputan Muspasme Ke VIII di Kampung Komopa, Distrik Aradide, Kabupaten Paniai, dimaknai sebagai ajang pelestarian tradisi budaya Meepago. Acara ini tidak hanya menjadi tontonan, tetapi juga sarana mempererat persatuan, memupuk gotong royong, serta merajut kebersamaan dalam kegiatan pastoral, Minggu(1/2/2026).

Ketua Panitia Lokal Stasi “Daida Eyagitaida”, Demian, saat dikonfirmasi oleh media Koranpublika.co.id  pada pukul 18.24 WIT, menyampaikan bahwa kegiatan ini menghadirkan berbagai bentuk kreativitas umat Katolik. Penampilan seni meliputi tarian tradisional, drama/teater, yuu waita, hingga tupe ugaa, yang dikombinasikan dengan pentas budaya khas daerah.

Scroll ke Bawah Terus Membaca Artikel
Example 300x600
Advertorial

Perayaan Muspasme Ke VIII ini semakin semarak dengan pentas budaya yang rutin digelar untuk memperingati hari besar keagamaan dan kebudayaan. Degei menambahkan, momen penjemputan Dekenat Tigi, Moanemani, Moni, dan wilayah lainnya, menjadi wadah menampilkan kekayaan tradisi lokal warisan leluhur Meepago.

Antusiasme masyarakat terlihat dari apresiasi para undangan dan warga sekitar. Mereka terhibur dengan penampilan seni khas daerah seperti koteka mogee, beba, wayaa, enapa, kedego, hingga ukaa mapega, yang memukau ribuan penonton. Menurut Degei, hal ini menjadi bentuk penghargaan tertinggi terhadap budaya Meepago.

Demian menegaskan, pentas seni budaya juga menjadi wadah kreativitas generasi muda. Selain melestarikan budaya di tengah perkembangan zaman, kegiatan ini mengasah bakat dan mental anak muda untuk tampil di depan umum. Semua berlangsung di pusat kegiatan Muspasme Ke VIII, Paroki Kristus Jaya Komopa, Dekenat Paniai, Keuskupan Timika.

Secara keseluruhan, momentum ini merupakan perpaduan antara edukasi, kegiatan pastoral, dan pelestarian budaya. Muspasme Ke VIII di Komopa Aradide memvisualisasikan identitas dan filosofi budaya Meuwodide yang terus hidup di tengah masyarakat.

example 325×300