KORANPUBLIKA.CO.ID|Bandung,– Program Studi Sarjana Kebidanan dan Pendidikan Profesi Bidan Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas ‘Aisyiyah Bandung telah melaksanakan pelatihan penggunaan teknologi dan media digital dalam pembelajaran kebidanan sebagai implementasi hibah PP PTS Tahun 2025. Kegiatan ini dilaksanakan di Kampus 1, Senin (4/5/2026).
Ka. Prodi S1 Kebidanan dan Profesi Bidan, Mulyanti, S.ST., M.Keb., Bdn mengatakan bahwa kegiatan ini menjadi bagian dari upaya peningkatan kompetensi dosen dan tenaga pendukung dalam menghadapi perkembangan teknologi di dunia pendidikan kesehatan.
Pelatihan diikuti oleh 24 peserta yang terdiri dari 18 dosen kebidanan, 3 pranata laboratorium Fakultas Ilmu Kesehatan, serta 3 orang dari tim IT UNISA Bandung. Kegiatan ini dirancang tidak hanya sebagai penguatan teori, tetapi juga praktik langsung dalam pemanfaatan teknologi pembelajaran berbasis digital.
Pelatihan ini menghadirkan pemateri expert yaitu Dr. dr. Ide Pustaka Setiawan, M.Sc., (HPE), Sp.OG., FFRI yang merupakan dokter spesialis Obstetri dan Ginekologi (Obgyn) serta dosen di FK-KMK UGM.
Materi yang disampaikan mencakup penguatan konsep fisiologi maternal neonatal yang terintegrasi dengan nilai spiritual dalam asuhan kebidanan, mulai dari sirkulasi fetomaternal, mekanisme persalinan normal, hingga penanganan perdarahan pascasalin yang dipadukan dengan dzikir dan doa berbasis QR code.
“Selain itu, peserta juga mendapatkan pemahaman mengenai penggunaan alat laboratorium berbasis digital melalui media video interaktif, virtual reality (VR), serta sistem pembelajaran berbasis QR code” Ungkap Mulyanti, Selasa (5/5/2026).
Pada sesi praktik, peserta melakukan simulasi penggunaan alat dalam berbagai kasus kebidanan di laboratorium, termasuk praktik penggunaan teknologi VR pada kasus perdarahan postpartum serta pembuatan video pembelajaran interaktif melalui Learning Management System (LMS) Edlink UNISA Bandung.
Mulyanti juga menyampaikan bahwa penguasaan teknologi laboratorium menjadi kebutuhan penting dalam mendukung pembelajaran kebidanan yang relevan dengan perkembangan zaman.
“Penguasaan alat laboratorium yang mutakhir merupakan kompetensi penting bagi dosen dan tenaga laboratorium dalam menunjang proses pembelajaran, penelitian, dan pengabdian masyarakat. Seiring perkembangan teknologi, pembelajaran kebidanan kini tidak hanya mengandalkan alat konvensional, tetapi juga mengintegrasikan media digital seperti video interaktif, virtual reality, dan sistem berbasis QR code,” jelasnya.
Ia menambahkan bahwa pelatihan ini menjadi langkah awal dalam melahirkan implementasi teknologi digital secara lebih luas di lingkungan program studi. Integrasi tersebut direncanakan akan mulai diterapkan dalam Rencana Pembelajaran Semester (RPS) dan modul ajar pada tahun akademik 2026/2027.
“Pasca pelatihan ini, kami berkomitmen untuk mengimplementasikan integrasi teknologi digital ke dalam pembelajaran. Harapannya, program ini dapat menjadi pendukung dalam melahirkan bidan yang tidak hanya unggul secara klinis, tetapi juga memiliki kemampuan adaptif terhadap perkembangan teknologi, dengan tetap berlandaskan nilai-nilai keislaman,” tambahnya
















