KORANPUBLIKA.CO.ID|Papua Tengah,- Ketua Tim Mediasi Penanganan Konflik Bersenjata di Kabupaten Intan Jaya, Papua Tengah, Yoakim Mujizau, mengecam keras aksi penembakan terhadap pilot dan co-pilot pesawat perintis oleh Kelompok TPNPB Wilayah Pertahanan XVI Yahukimo, Batalyon Kabibal, di bawah pimpinan Brigjen Elkius Kobak dan Komandan Operasi Kopitua Heluka, pada Kamis (12/2/2026).
Menurut Yoakim, tindakan tersebut sangat tidak manusiawi karena pesawat perintis memiliki peran vital dalam melayani masyarakat di daerah terpencil Papua yang belum sepenuhnya terjangkau pelayanan pemerintah.
“Pesawat perintis itu hadir untuk menjangkau dan melayani masyarakat di kampung-kampung dan distrik yang belum terlayani. Para pilot ini berani mempertaruhkan keselamatan demi mengantar kebutuhan hidup masyarakat di wilayah pelosok,” tegasnya.
Yoakim menjelaskan, keberadaan pesawat kecil sangat membantu masyarakat, terutama dalam distribusi bahan pokok seperti beras, gula, garam, minyak goreng, hingga kebutuhan sehari-hari lainnya. Selain itu, pesawat perintis juga menjadi sarana transportasi utama bagi warga yang hendak bepergian dari dan ke daerah terisolir.
“Melalui pesawat kecil inilah masyarakat bisa merasakan pelayanan. Pemerintah kabupaten tidak mungkin menjangkau semua distrik secara langsung. Pesawat perintis menjadi penghubung utama,” ujarnya.
Ia menegaskan, jika ingin berperang, seharusnya dilakukan antar kombatan, bukan dengan melibatkan warga sipil.
“Papua merdeka harga mati, NKRI harga mati. Silakan berperang kombatan dengan kombatan, jangan menembaki pilot, tenaga kesehatan, guru, dan warga sipil lainnya,” tegasnya.
Lebih lanjut, Yoakim meminta agar tindakan serupa tidak terulang dan semua pihak mengedepankan nilai-nilai kemanusiaan dalam perjuangan.
“Semua TPNPB-OPM yang melakukan perlawanan harus menjaga perikemanusiaan. Kemanusiaan itu di atas segalanya. Jangan mengesampingkan kemanusiaan. Rakyat sipil, terutama pilot yang berani masuk ke wilayah terpencil demi menjamin kelangsungan hidup masyarakat, harus dilindungi,” katanya.
Yoakim juga menyampaikan belasungkawa atas meninggalnya pilot dan co-pilot dalam insiden penembakan di Bandara Bovendigul.
“Saya turut berduka cita. Semoga keluarga yang ditinggalkan diberikan ketabahan,” ujarnya.










