KORANPUBLIKA.CO.ID|Batam,- Suasana Masjid Jabal Fattah, Perumahan Bukit Indah Piayu, semakin semarak pada Minggu (1/3/2026). Hingga pukul 15.04 WIB, rangkaian silaturrahim dan buka puasa bersama yang diinisiasi UPIKA Kecamatan Sungai Beduk memang belum dimulai. Namun, pematangan persiapan terus berlangsung intensif menjelang acara yang dijadwalkan pukul 17.00 WIB.
Panitia terlihat sigap dan terorganisir. Kursi-kursi ditata rapi membentuk barisan yang tertib, sementara meja disusun menyesuaikan kebutuhan tamu undangan dan jamaah. Sistem suara diuji kembali untuk memastikan kejernihan audio saat sambutan dan tausiyah nanti. Beberapa panitia tampak berdiskusi ringan, memastikan susunan acara berjalan sesuai rencana tanpa kendala teknis.
Di bagian konsumsi, hidangan berbuka puasa mulai dipersiapkan dengan penuh ketelitian. Takjil dan minuman ditata secara sistematis, mencerminkan keseriusan panitia dalam memberikan pelayanan terbaik bagi para jamaah. Perlengkapan ibadah tambahan pun telah disiapkan sebagai bentuk antisipasi atas kemungkinan meningkatnya jumlah kehadiran masyarakat.
Kesibukan pada pukul 15.04 WIB ini menjadi gambaran nyata semangat gotong royong yang tumbuh subur di lingkungan Bukit Indah Piayu. Koordinasi berjalan efektif dalam suasana kekeluargaan. Tidak tampak kepanikan, yang terlihat justru ketenangan dan keyakinan bahwa segala persiapan akan selesai tepat waktu.
Silaturrahim dan buka puasa bersama ini bukan sekadar agenda tahunan, melainkan momentum memperkuat ukhuwah dan mempererat hubungan antara unsur pemerintah kecamatan dan masyarakat. Masjid kembali menjadi pusat aktivitas sosial dan spiritual yang menyatukan berbagai lapisan warga.
Kegiatan ini mendapat dukungan penuh dari Dr. Nursalim, S.Pd., M.Pd., Ketua Ikatan Wartawan Online Indonesia Provinsi Kepulauan Riau, yang juga menjabat sebagai Ketua Afiliasi Pengajar Penulis Bahasa, Sastra, Budaya, Seni dan Desain Provinsi Kepulauan Riau serta pengurus Perkumpulan Muballigh Batam. Dukungan tersebut menjadi wujud apresiasi terhadap berkembangnya kehidupan keagamaan di lingkungan perumahan serta pentingnya kolaborasi antara unsur pemerintahan dan masyarakat.
Menjelang waktu pelaksanaan, optimisme semakin terasa. Dari pematangan yang dilakukan hingga dukungan berbagai elemen, tersirat harapan bahwa kegiatan ini akan berlangsung khidmat dan membawa keberkahan. Ramadan kembali menjadi ruang perjumpaan hati, mempererat persaudaraan, dan meneguhkan nilai-nilai religius dalam kehidupan bermasyarakat.










