KORANPUBLIKA.CO.ID|Dogiyai, Papua Tengah,- Bupati Dogiyai, Yudas Tebai, S.Pd., M.Si, menyampaikan pesan penting tentang konsep harmoni kehidupan yang utuh. Menurut beliau, kedamaian sejati hanya dapat dicapai melalui keselarasan hubungan dengan Tuhan, sesama manusia, dan alam, Minggu(1/3/2026).
Berdamai dengan Tuhan – Relasi Vertikal
“Berdamai dengan Tuhan berarti mengakui bahwa kita tidak dapat menjalani hidup dengan hikmat kita sendiri, melainkan perlu tunduk pada pengajaran dan kehendak-Nya,” ujar Bupati Yudas. Moto Kabupaten Dogiyai, “Dogiyai Dou Enaa” (Hidup berharga saat memberi arti, indah bila dijalani dengan rasa syukur), menjadi dasar filosofi bahwa kedamaian hati lahir dari penyelarasan diri dengan firman Tuhan.
Berdamai dengan Sesama – Relasi Horizontal
Bupati Yudas menekankan pentingnya menghentikan ucapan yang menyinggung perasaan dan memperlakukan sesama dengan adil. “Kita semua basudara, ciptaan Tuhan. Harmoni antar-ras dan suku adalah kunci kehidupan yang damai dan diberkati,” tegasnya.
Berdamai dengan Alam – Relasi Ekologis
Beliau juga mengingatkan bahwa bumi bukan warisan nenek moyang, melainkan titipan bagi anak cucu. “Kasihilah alam seperti kamu mencintai dirimu sendiri. Alam adalah penampakan Tuhan. Merawat alam berarti merawat masa depan kita,” ungkapnya.
Kesatuan Harmoni
Pesan Bupati Dogiyai menegaskan bahwa kedamaian sejati lahir dari kesatuan relasi dengan Tuhan, sesama, dan alam. Hikmat berakar dalam firman, berbuah kasih dalam lingkungan, serta menghadirkan kehidupan yang penuh berkat. Konsep ini mengajak manusia menjadi penata alam, bukan penakluk, serta membangun relasi yang didasari kasih dan keadilan.









