KORANPUBLIKA.CO.ID|Paniai, Papua Tengah,- Dinas Pendidikan dan Pengajaran (Dispendik) Kabupaten Paniai membagikan 79 unit televisi pintar kepada sekolah dasar se-Kabupaten Paniai. Televisi ini terintegrasi dengan fitur internet dan interaktif, menggabungkan fungsi komputer, TV, serta pemutar media digital. Pembagian dilakukan secara bertahap sejak 10–20 Desember 2025 dan dilanjutkan pada 5–12 Januari 2026.
Kepala Dispendik Paniai, Agus Nawipa, M.Pd., menjelaskan bahwa perangkat elektronik ini menjadi kebutuhan utama bagi sekolah dasar di era digitalisasi.
“Selain menonton siaran tradisional, TV pintar ini mendukung layanan streaming seperti Netflix dan YouTube, menjelajahi internet, melihat foto, memutar musik, dan yang terpenting menunjang tugas belajar dalam suasana era digital,” jelas Nawipa, Sabtu (17/12/26) di Kompleks Perkantoran Madi, Enarotali, Paniai.
Perwakilan kepala SD se-Kabupaten Paniai, Otowin Degei, S.Pd., menyampaikan rasa terima kasih atas bantuan tersebut.
“Kami sangat berterima kasih kepada Kadispendik Kabupaten Paniai yang telah memberikan TV pintar di setiap sekolah. Secara pribadi, kami dari SD Inpres Panibagata, Distrik Yagai, merasa sangat terbantu dengan adanya fasilitas ini,” tandas Degei.
Agus Nawipa menambahkan, TV pintar yang dibagikan menggunakan beragam sistem operasi sesuai merek, seperti Tizen (Samsung), webOS (LG), Google TV (Sony), Android TV dan Fire TV (Hisense).
Ia juga memberikan apresiasi kepada Bupati Paniai, Yampit Nawipa, Amd.Tek., yang mendukung percepatan digitalisasi pembelajaran di sekolah.
“Sistem belajar sudah mengalami perubahan besar. TV pintar ini memungkinkan pemasangan dan pembaruan aplikasi melalui toko aplikasi,” ujarnya.
Perangkat TV pintar tersebut mendukung:
– Wi-Fi/Ethernet untuk akses internet
– Bluetooth untuk perangkat nirkabel
– Beberapa port HDMI/USB untuk perangkat eksternal
Selain itu, TV dapat dikendalikan melalui remote control, perintah suara (Alexa/Google Assistant), gerakan tubuh, atau ponsel pintar. Beberapa model juga menawarkan rekomendasi konten yang dipersonalisasi.
“Dengan adanya fasilitas ini, pembelajaran di sekolah dasar Kabupaten Paniai dapat lebih maju dan sesuai perkembangan zaman,” tutup Nawipa.









