Scroll ke Bawah Membaca Artikel
DaerahEkonomiNasionalNewsRagam

Semangat Gotong Royong Warga Momageida Sambut MUSPASME ke-VIII

970
×

Semangat Gotong Royong Warga Momageida Sambut MUSPASME ke-VIII

Sebarkan artikel ini
Jelang pelaksanaan MUSPASME ke-VIII warga kampung Momageida Distrik Topiyai Kabupaten Paniyai, warga bersama para pemuda melakukan perbaikan jalan dan saluran air (drainase) di ruas jalan trans yang menghubungkan Kampung Momageitapa menuju Kampung Baguwo.

KORANPUBLIKA.CO.ID|Momageida Paniai-Papua Tengah,- Menjelang pelaksanaan Musyawarah Kegiatan Pastoral (MUSPASME) ke-VIII, warga Kampung Momageida, Distrik Topiyai, Kabupaten Paniai, Papua Tengah menunjukkan semangat kebersamaan.

Pada Selasa (27/12/2025) sekitar pukul 14.45 WIT, warga bersama para pemuda melakukan perbaikan badan jalan dan saluran air (drainase) di ruas jalan trans yang menghubungkan Kampung Momageitapa menuju Kampung Baguwo.

Scroll ke Bawah Terus Membaca Artikel
Example 300x600
Advertorial

Ketua Panitia MUSPASME Stasi Santo Yohanes Daidaa Eyagitaida, Demian Degei, menyampaikan kepada Koranpublika.co.id bahwa perbaikan dilakukan karena adanya gangguan pada badan jalan akibat aliran air yang menghambat akses kendaraan, baik roda dua maupun roda empat.

“Kami panitia bersama pemuda siap mendampingi dan melakukan perbaikan jika terjadi hambatan atau kerusakan jalan. Namun kami juga berharap pemerintah dapat memperhatikan kondisi ruas jalan ini, karena kondisinya memang membutuhkan perbaikan,” ujar Demian.

Warga berharap upaya gotong royong ini dapat menjadi perhatian pemerintah daerah agar segera dilakukan perbaikan permanen demi kelancaran transportasi dan keselamatan masyarakat.

Sementara itu, Ketua Panitia MUSPASME atas nama Yunus Kadepa menegaskan bahwa tidak ada pihak yang melakukan pemalangan jalan.

“Di sini tidak ada orang yang palang-palang. Kami hanya menjaga keselamatan jalan demi kelancaran kegiatan MUSPASME ke-VIII pada tanggal 2 sampai 9. Kalau ada oknum yang menyampaikan hal berbeda, itu kembali kepada pribadi masing-masing,” jelasnya.

Yunus juga menambahkan bahwa hasil kerja warga dilakukan secara swadaya. Sebagai bentuk dukungan, masyarakat dapat memberikan kontribusi sederhana, misalnya berupa rokok atau kopi, atau bantuan biaya operasional sebesar Rp10 ribu hingga Rp20 ribu per kendaraan dalam dua hari.

“Kami hanya bekerja sesuai hasil kerja kami. Itu saja yang bisa saya sampaikan,” tutupnya.

example 325×300