Scroll ke Bawah Membaca Artikel
DaerahEkonomiNasionalNewsRagam

Bangsa dan Gereja Terluka: Kritik Dr. A.G. Socratez Yoman

624
×

Bangsa dan Gereja Terluka: Kritik Dr. A.G. Socratez Yoman

Sebarkan artikel ini
Presiden Persekutuan Gereja-gereja Baptis West Papua, Gembala Dr. A.G. Socratez Yoman, menyampaikan kritik tajam terhadap kondisi bangsa dan gereja yang menurutnya hidup dalam luka serta kemiskinan.

KORANPUBLIKA.CO.ID|Wamena, Papua Pegunungan,- Presiden Persekutuan Gereja-gereja Baptis West Papua, Gembala Dr. A.G. Socratez Yoman, menyampaikan kritik tajam terhadap kondisi bangsa dan gereja yang menurutnya hidup dalam luka serta kemiskinan. Ia menilai hal ini terjadi akibat kesalahan para pendeta, pemimpin gereja, dan sekolah-sekolah teologi sepanjang sejarah, Sabtu(21/3/2026).

Menurut Yoman, para pemimpin gereja terlalu sibuk membicarakan soal agama dan surga, sementara kebutuhan nyata umat Tuhan diabaikan. “Dari mimbar, para pendeta sering memiskinkan, melumpuhkan, bahkan mematikan umat Tuhan dengan ayat-ayat Firman,” tegasnya.

Scroll ke Bawah Terus Membaca Artikel
Example 300x600
Advertorial

Ia menyoroti fakta bahwa banyak pendeta dan pemimpin gereja hidup miskin, bergantung pada persembahan dan persepuluhan. Padahal, seharusnya khotbah dari mimbar mencakup dua dimensi: rohani dan jasmani. Yoman mencontohkan tindakan Yesus yang memberi makan 4.000–5.000 orang sebagai bentuk perhatian terhadap kebutuhan jasmani.

“Mayoritas jemaat dan pendeta hidup miskin karena terlalu sibuk mengurus surga atau agama. Pendeta yang hanya berbicara tentang surga adalah pendeta yang tidak mengerti surga dan justru menyesatkan jemaat,” ujarnya.

Ia menutup pernyataannya dengan mengutip doa Yesus dalam Matius 6:10: “Datanglah Kerajaan-Mu, jadilah kehendak-Mu di bumi seperti di sorga.” 

example 325×300