Scroll ke Bawah Membaca Artikel
DaerahEkonomiNasionalNewsRagam

Dua Harimau Benggala Tewas, DPRD Jabar Desak Pembenahan Bandung Zoo

848
×

Dua Harimau Benggala Tewas, DPRD Jabar Desak Pembenahan Bandung Zoo

Sebarkan artikel ini
Wakil Ketua DPRD Jawa Barat, Ono Surono, menyampaikan keprihatinannya atas kondisi tersebut. Ia menegaskan bahwa semua pihak harus segera duduk bersama untuk mencari solusi menyeluruh.

KORANPUBLIKA.CO.ID|Bandung,– Kondisi Kebun Binatang Bandung kian memprihatinkan akibat kisruh pengelolaan yang berkepanjangan. Dampaknya tidak hanya dirasakan oleh para pekerja, tetapi juga berimbas langsung pada kesejahteraan satwa, termasuk menurunnya kualitas pakan dan perawatan, Senin(30/3/2026).

Situasi ini semakin menjadi sorotan setelah dua anak harimau Benggala dilaporkan mati. Peristiwa tersebut mempertegas adanya persoalan serius dalam sistem pengelolaan kebun binatang yang berada di Kota Bandung tersebut.

Scroll ke Bawah Terus Membaca Artikel
Example 300x600
Advertorial

Wakil Ketua DPRD Jawa Barat, Ono Surono, menyampaikan keprihatinannya atas kondisi tersebut. Ia menegaskan bahwa semua pihak harus segera duduk bersama untuk mencari solusi menyeluruh.

“Kita sangat prihatin. Konflik pengelolaan yang berlarut-larut membuat hewan dan pekerja menjadi korban. Pemerintah pusat, provinsi, dan kota harus segera mencari jalan keluar terbaik,” ujar Ono usai rapat bersama BKSDA Jabar dan Dinas Kehutanan di Gedung DPRD Jabar, Senin (30/3/2026).

Menurutnya, permasalahan ini telah berdampak luas, mulai dari terganggunya asupan nutrisi satwa, terbatasnya anggaran perawatan kandang, hingga menurunnya kesejahteraan pegawai.

Ono juga mengungkapkan bahwa nota kesepahaman (MoU) antara Kementerian Kehutanan dan Pemerintah Kota Bandung akan berakhir pada 6 Mei mendatang. Hal ini menjadikan April sebagai momentum krusial untuk menentukan masa depan pengelolaan Bandung Zoo.

Ia menambahkan, pemerintah daerah bersama kementerian perlu segera memutuskan apakah seluruh satwa tetap dipelihara di Bandung Zoo atau sebagian dipindahkan ke lembaga konservasi lain yang lebih layak.

Arahan juga datang dari Ketua Umum PDI Perjuangan, Megawati Soekarnoputri, yang meminta agar konflik tidak mengorbankan kesejahteraan satwa maupun karyawan. Sebagai langkah jangka pendek, ia mendorong gerakan gotong royong melalui program orang tua asuh untuk membantu pemenuhan kebutuhan pakan, kesehatan, dan kebersihan kandang.

“Prioritas utama adalah pakan dan kesehatan satwa. Sementara itu, opsi pemindahan tetap bisa berjalan secara bertahap,” kata Ono.

DPRD Jabar juga menyatakan dukungannya terhadap langkah Pemerintah Provinsi Jawa Barat untuk segera turun tangan membenahi kondisi tersebut. Ono berharap Gubernur dan jajarannya dapat mengambil tindakan cepat guna menghentikan keterpurukan.

Di sisi lain, ia mendesak Wali Kota Bandung untuk segera mengambil keputusan terkait status karyawan Bandung Zoo agar tidak menambah ketidakpastian.

BKSDA Jabar Ungkap Kematian Harimau

Sementara itu, Pelaksana Tugas Kepala Balai Besar KSDA Jawa Barat, Ammy Nurwaty, menjelaskan bahwa kematian dua anak harimau Benggala disebabkan oleh infeksi Feline Panleukopenia Virus (FPV), penyakit yang sangat menular dengan tingkat kematian tinggi, terutama pada satwa muda.

Menurutnya, laporan pertama diterima pada 22 Maret, dan sejak itu tim gabungan langsung melakukan penanganan intensif, termasuk isolasi kandang dan terapi medis.

“Berbagai langkah sudah dilakukan secara maksimal untuk mencegah penularan dan menangani satwa yang terinfeksi,” ujarnya.

Kondisi ini menjadi peringatan serius bahwa pembenahan tata kelola Bandung Zoo tidak bisa lagi ditunda, demi keselamatan satwa dan keberlangsungan lembaga konservasi tersebut.

example 325×300