KORANPUBLIKA.CO.ID|Cimahi,- Talkshow yang digelar Kelompok Kerja Jurnalis Wartawan Indonesia (JWI) Kota Cimahi di Hotel Tjimahi, Rabu (08/04/2026), menyoroti urgensi pembangunan sistem informasi pertanahan yang terintegrasi sebagai fondasi perencanaan kota.
Dalam forum tersebut, hadir Ketua DPRD Kota Cimahi Wahyu Widiatmoko, Kepala Dinas PUPR Wilman Sugiansyah, serta Kepala Kantor Pertanahan Cimahi Andhi Pratama Putra. Para narasumber sepakat bahwa ketiadaan basis data pertanahan yang kuat berpotensi menimbulkan ketidaksinkronan tata ruang dan konflik lahan.
Andhi Pratama Putra menekankan bahwa sistem informasi pertanahan bukan sekadar kumpulan data, melainkan instrumen strategis yang menghubungkan berbagai sektor pembangunan.
“Data yang valid dan terintegrasi akan mempercepat pengambilan keputusan, meningkatkan transparansi, sekaligus memberi kepastian bagi investor,” jelasnya.
Ia menambahkan, sistem ini juga akan memudahkan masyarakat dalam mengakses informasi status tanah tanpa prosedur rumit. Menurutnya, keberhasilan penguatan sistem informasi pertanahan hanya bisa dicapai melalui kolaborasi lintas instansi.
“Pembangunan kota modern membutuhkan landasan data yang akurat. Dengan sistem yang terintegrasi, Cimahi dapat mewujudkan tata ruang yang tertib, efisien, dan berkelanjutan,” pungkas Andhi.
















