Scroll ke Bawah Membaca Artikel
DaerahEkonomiKesehatanNasionalNewsRagam

RSUD Drs H Amri Tambunan Bantah Isu Penahanan Pasien Karena Biaya

523
×

RSUD Drs H Amri Tambunan Bantah Isu Penahanan Pasien Karena Biaya

Sebarkan artikel ini
RSUD Drs H Amri Tambunan menegaskan bahwa pemberitaan di sejumlah media terkait dugaan penahanan pasien lansia karena tidak memiliki biaya berobat adalah tidak benar alias hoaks.

KORANPUBLIKA.CO.ID|Lubuk Pakam,- RSUD Drs H Amri Tambunan menegaskan bahwa pemberitaan di sejumlah media terkait dugaan penahanan pasien lansia karena tidak memiliki biaya berobat adalah tidak benar alias hoaks, Jumat(15/5/2026).

Direktur RSUD Drs H Amri Tambunan, dr Erlinda Yani, menyampaikan bahwa pasien atas nama Nurdin Lubis (84), penghuni Rumah Lansia Bahagia, memang dirawat sejak 6 Mei 2026 hingga 11 Mei 2026 dengan status pasien umum.

Scroll ke Bawah Terus Membaca Artikel
Example 300x600
Advertorial

Pada 9 Mei 2026, pasien sempat meminta pulang, namun dokter penanggung jawab, dr Jenda SpPD, belum mengizinkan karena kondisi pasien belum layak pulang dan masih membutuhkan tindakan medis. Pihak pengelola Rumah Lansia Bahagia juga menyetujui keputusan tersebut.

Pasien kemudian diperbolehkan pulang pada 11 Mei 2026 untuk menjalani pengobatan jalan, dan dijemput pihak Rumah Lansia Bahagia sekitar pukul 21.30 WIB.

“RSUD Drs H Amri Tambunan tidak pernah menahan pasien atas nama Nurdin Lubis. Kami juga tidak menyediakan ruangan transit untuk pasien. Semua tindakan medis dilakukan sesuai prosedur, dan tidak ada komplain dari pihak Rumah Lansia Bahagia terkait pelayanan maupun biaya,” tegas dr Erlinda Yani.

Pihak RSUD bersama Dinas Kesehatan Kabupaten Deliserdang telah menemui pengurus Rumah Lansia Bahagia untuk mengkonfirmasi langsung. Hasilnya, pihak rumah lansia tidak pernah menyampaikan keberatan maupun keluhan atas pelayanan dan biaya selama pasien dirawat.

Dengan demikian, RSUD Drs H Amri Tambunan menegaskan komitmennya untuk memberikan pelayanan kesehatan yang profesional, transparan, dan berorientasi pada keselamatan pasien.

example 325×300