Scroll ke Bawah Membaca Artikel
DaerahEkonomiNasionalNewsRagam

Sidkon Djampi: Revitalisasi Keraton Cirebon Harus Jadi Momentum Tata Kelola Sejarah dan Pesantren di Jabar

806
×

Sidkon Djampi: Revitalisasi Keraton Cirebon Harus Jadi Momentum Tata Kelola Sejarah dan Pesantren di Jabar

Sebarkan artikel ini
Anggota Komisi 1 DPRD Jawa Barat dari Fraksi PKB,H. Muhamad Sidkon Djampi, S.H., M.M, memberikan dukungan penuh terhadap rencana Gubernur Dedi Mulyadi untuk merevitalisasi empat keraton di Cirebon serta membangun Pelataran Caruban.

KORANPUBLIKA.CO.ID|Bandung,– Anggota Komisi 1 DPRD Jawa Barat dari Fraksi PKB,H. Muhamad Sidkon Djampi, S.H., M.M,  memberikan dukungan penuh terhadap rencana Gubernur Dedi Mulyadi untuk merevitalisasi empat keraton di Cirebon serta membangun Pelataran Caruban. Sidkon menilai langkah ini merupakan bentuk kehadiran negara dalam menjaga marwah pemerintahan adat sekaligus menata estetika kewilayahan di Jawa Barat.Namun, selain keraton, Kang Sidkon menekankan bahwa momentum ini harus menjadi pintu masuk bagi perhatian pemerintah terhadap institusi pendidikan tradisional yang menjadi pilar peradaban Jawa Barat, yakni pesantren.

Sebagai legislator dari Fraksi PKB, Kang Sidkon menitipkan harapan agar semangat revitalisasi ini menular pada sektor keagamaan. Ia mendesak Pemerintah Provinsi Jawa Barat untuk segera melakukan pendataan menyeluruh dan revitalisasi bangunan pesantren-pesantren tua di seluruh Jawa Barat.”Spirit revitalisasi ini jangan berhenti di keraton saja. Kami berharap Pemprov Jabar segera melakukan pendataan dan revitalisasi pesantren di seluruh Jawa Barat. Banyak pesantren bersejarah yang bangunannya sudah dimakan usia namun tetap menjadi pusat pendidikan karakter. Ini harus segera didata agar mendapatkan perhatian serupa dalam hal infrastruktur dan penataan kawasan,” ujar Kang Sidkon saat memberikan tanggapan di Cirebon, Kamis (14/5/2026).

Scroll ke Bawah Terus Membaca Artikel
Example 300x600
Advertorial

Terkait rencana di Cirebon, Kang Sidkon menggarisbawahi pesan Gubernur mengenai keterlibatan berbagai pihak dalam pendanaan dan larangan menjual aset keraton. Menurutnya, Komisi 1 akan mengawasi agar partisipasi publik atau swasta dalam pembangunan ini tetap akuntabel secara hukum pemerintahan.”Pesan KDM sangat jelas: kita merawat, bukan menjual. Kami di DPRD akan memastikan proses revitalisasi ini memiliki payung hukum yang kuat. Perlindungan terhadap aset cagar budaya, baik keraton maupun pesantren bersejarah, adalah bagian dari tertib administrasi pemerintahan agar tidak disalahgunakan oleh segelintir orang di masa depan,” tegas politisi senior PKB tersebut.

Mengenai rencana pembangunan Pelataran Caruban,Kang  Sidkon melihatnya sebagai strategi jitu untuk menghidupkan kembali ruh sosial dan historis Cirebon. Ia berharap penataan ini melibatkan perangkat kewilayahan hingga tingkat paling bawah agar kebersihan dan kerapian yang dicita-citakan dapat terjaga secara permanen.”Membangun Pelataran Caruban bukan hanya soal infrastruktur fisik, tapi soal mengembalikan atmosfer cinta kasih dan sejarah. Jika lingkungannya bersih, rapi, dan terintegrasi dengan pusat-pusat peradaban seperti pesantren di sekitarnya, pelayanan publik dan sektor pariwisata kita akan meningkat dengan sendirinya,” tambahnya.

Menutup pernyataannya, Kang Sidkon berharap revitalisasi yang mencakup aspek budaya dan religi ini mampu memperpanjang durasi kunjungan wisatawan sekaligus memperkuat ketahanan sosial masyarakat.”Tugas kami di pemerintahan adalah memastikan kebijakan ini berjalan harmonis. Dengan ‘Spirit Padjadjaran’ dan penataan kawasan yang humanis baik keraton maupun pesantren Jawa Barat akan kembali menjadi mercusuar peradaban yang membanggakan. Kami akan kawal agar setiap tahapan pembangunannya taat azas dan bermanfaat bagi rakyat banyak,” pungkasnya.

example 325×300